Dailykaltim.co, Kutim – Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman kesehatan bagi perempuan di Indonesia. Vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dinilai menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit tersebut sejak dini.

Hal itu disampaikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Sandri, dalam sosialisasi kanker leher rahim di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim), Rabu (13/5/2026).

Dalam paparannya, dr Sandri menjelaskan sebagian besar kasus kanker serviks dipicu infeksi virus HPV. Karena itu, vaksinasi HPV disebut menjadi salah satu bentuk perlindungan utama bagi perempuan.

“Kalau hasil screening negatif, segera lanjutkan dengan vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan paling efektif dan murah,” ujarnya.

Menurutnya,  vaksin HPV telah direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan aman diberikan kepada anak-anak maupun perempuan usia subur.

“WHO menargetkan 90 persen anak laki-laki dan perempuan mendapatkan vaksin HPV,” katanya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menanyakan keamanan vaksin HPV untuk anak-anak. Menanggapi hal tersebut, dr Sandri memastikan vaksin tersebut aman dan telah menjadi rekomendasi WHO.

“Vaksin HPV pada anak-anak aman dan sudah menjadi rekomendasi WHO,” tegasnya.

Ia menjelaskan vaksin HPV diberikan dalam tiga tahap. Dosis pertama diberikan pada hari pertama, kemudian dilanjutkan empat minggu berikutnya, sedangkan dosis ketiga diberikan lima bulan setelah suntikan kedua.

“Setelah itu bisa booster lima sampai sepuluh tahun kemudian,” jelasnya.

Selain vaksinasi, dr Sandri juga mengingatkan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan IVA test dan pap smear untuk mengetahui adanya lesi prakanker sebelum vaksin diberikan.

“Kalau sudah muncul gejala atau lesi prakanker, fokusnya bukan lagi pencegahan, tetapi pengobatan yang tentu jauh lebih mahal,” katanya.

Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pelaksanaan screening IVA test melalui puskesmas di Kutai Timur sebagai bagian dari program nasional penurunan angka kematian akibat kanker serviks.

“Program ini memang masuk program nasional untuk menurunkan angka kematian akibat kanker serviks,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, dr Sandri berharap cakupan pemeriksaan dan vaksinasi HPV di Kutai Timur dapat terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

“Kalau bisa satu tahun ke depan 100 persen wanita usia subur di Kutim sudah melakukan IVA test, dan 75 persen sudah divaksin HPV,” pungkasnya.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version