Dailykaltim.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia, dengan kecenderungan kondisi yang lebih kering dari biasanya.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, Alya Sausan, menyebut peralihan musim akan terjadi bertahap sejak April hingga Juni 2026.

“Pada April 2026, awal musim kemarau diprediksi terjadi di wilayah Jawa Barat bagian utara, pesisir utara Jawa, bagian selatan Jawa Tengah, sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagian Bali, sebagian kecil Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” sebutnya.

BMKG mencatat hampir separuh wilayah Indonesia atau sekitar 46,5 persen akan mengalami kemarau lebih cepat dari biasanya. Sementara wilayah yang mengalami keterlambatan musim kemarau hanya sekitar 10,3 persen.

Pada Mei, wilayah terdampak diperkirakan semakin meluas ke Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Papua. Kemudian pada Juni, sebagian besar wilayah lain di Indonesia mulai memasuki periode kemarau.

Selain datang lebih awal, BMKG juga memperkirakan intensitas hujan selama kemarau tahun ini berada di bawah normal. Kondisi lebih kering diprediksi terjadi di sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia.

Puncak kemarau diprakirakan berlangsung pada Agustus 2026, terutama di wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

BMKG juga memperingatkan durasi kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang di lebih dari separuh wilayah Indonesia atau sekitar 57,2 persen.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat melakukan langkah antisipasi lebih awal, mulai dari penyesuaian jadwal tanam, pengelolaan sumber air, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version