Dailykaltim.co – Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta mengembangkan inovasi permen herbal bernama Cimanis untuk membantu mengatasi insomnia ringan dan meningkatkan kualitas tidur remaja. Produk berbasis riset tersebut dipresentasikan dalam ajang Global Innovation and Entrepreneurship Festival (GIEF) di Kampus IPB, Bogor, Jumat (16/1/2026).

Inovasi Cimanis berangkat dari kepedulian siswa terhadap meningkatnya gangguan tidur di kalangan remaja. Pola begadang, intensitas penggunaan gawai, dan tekanan akademik dinilai berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar serta kesehatan mental.

Ketua Tim Riset Cimanis, Hafiz Zahreza Ramadhan, mengatakan gagasan pengembangan produk ini muncul dari pengamatan di lingkungan sekitar.

“Banyak teman sebaya kami yang mengalami kesulitan tidur karena terlalu sering begadang. Dari situ kami berpikir untuk mencari solusi yang alami, aman, dan mudah dikonsumsi oleh remaja,” ujar Hafiz.

Ia menjelaskan, tim peneliti kemudian menelusuri potensi tanaman ketnip (catnip) yang tumbuh liar di sekitar rumah. Tanaman tersebut selama ini dikenal sebagai tanaman untuk kucing, namun memiliki potensi manfaat bagi manusia.

“Kami mempelajari berbagai referensi ilmiah dan menemukan bahwa ketnip memiliki kandungan yang dapat memberikan efek relaksasi ringan. Dari situlah muncul gagasan untuk mengembangkannya menjadi permen herbal,” jelasnya.

Berdasarkan kajian literatur, tim mengombinasikan tiga bahan utama dalam Cimanis, yakni ketnip, kamomil, dan kayu manis. “Kami memilih ketnip karena mengandung nepetalactone yang bersifat sedatif ringan. Kamomil memiliki apigenin yang membantu menenangkan saraf, sementara kayu manis memberi aroma sekaligus rasa yang menenangkan,” terang Hafiz.

Proses pengembangan Cimanis berlangsung selama lima bulan, sejak September 2025 hingga Januari 2026. Selama periode tersebut, tim melakukan 14 kali percobaan untuk menemukan komposisi bahan, dosis, dan suhu pemasakan yang tepat.

“Tantangan terbesar adalah menyeimbangkan takaran bahan agar tetap aman tetapi efektif. Beberapa kali percobaan gagal, namun kami terus memperbaiki hingga menemukan formulasi yang paling optimal,” ungkap Hafiz.

Untuk mengetahui respons pengguna, tim melakukan uji organoleptik terhadap 10 siswa dan dua guru MAN 13 Jakarta yang mengalami kesulitan tidur. Uji coba berlangsung selama satu hingga dua minggu dengan parameter penilaian meliputi rasa, aroma, serta efek setelah konsumsi.

“Dari hasil uji coba, permen Cimanis bekerja rata-rata 1–3 jam setelah dikonsumsi. Responden juga memberikan tanggapan positif, baik dari segi rasa maupun efek relaksasi yang dirasakan,” tambahnya.

Guru pembimbing riset MAN 13 Jakarta, Shiva Dewi Motiah, menilai inovasi tersebut lahir dari proses akademik yang sistematis. “Siswa tidak langsung menentukan ide, tetapi terlebih dahulu membaca berbagai jurnal ilmiah sebagai referensi. Mereka belajar meneliti secara sistematis, sehingga karya yang dihasilkan benar-benar berbasis riset,” ujar Shiva.

Ia menyebut keunggulan Cimanis terletak pada bentuknya yang praktis seperti permen lollipop, sehingga mudah dikonsumsi remaja. “Produk ini dirancang agar menarik, aman, dan relevan dengan kebutuhan remaja masa kini. Takaran gula serta komposisi bahan juga sudah diperhitungkan dengan cermat,” jelasnya.

Saat ini, Cimanis belum diproduksi secara massal karena masih memerlukan uji laboratorium lanjutan, konsultasi dengan tenaga kesehatan, serta proses sertifikasi halal dan BPOM. Jika dipasarkan, harga produk diperkirakan berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp50.000 per kemasan.

Selain Cimanis, MAN 13 Jakarta juga mengirimkan enam inovasi lain dalam kompetisi riset nasional IPB 2026. Tujuh tim riset tersebut menampilkan beragam gagasan, mulai dari produk ramah lingkungan, sensor keamanan pangan, kecerdasan buatan, hingga solusi pengolahan air bersih.

Partisipasi tujuh tim riset ini mencerminkan kuatnya budaya ilmiah di MAN 13 Jakarta. Para siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran keagamaan, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif dalam merespons persoalan nyata di masyarakat.

Menutup keterangannya, Hafiz menyampaikan harapan agar inovasi yang dikembangkan dapat terus disempurnakan.

“Kami berharap Cimanis ke depan bisa terus disempurnakan dan benar-benar menjadi solusi alami bagi remaja yang mengalami insomnia ringan. Semoga produk ini dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Hafiz.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version