Dailykaltim.co, Kutim – Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di Kalimantan Timur terus menjadi sorotan menjelang proses penilaian yang diharapkan membuka jalan menuju pengakuan sebagai geopark dunia oleh UNESCO. Kawasan yang membentang di Kabupaten Kutai Timur dan Berau itu dikenal sebagai salah satu bentang alam karst terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara, sekaligus menyimpan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya bernilai tinggi.

Dengan luas sekitar 1,8 juta hektare, kawasan tersebut mencakup puluhan situs ekologi, biodiversitas, serta budaya yang tersebar di sejumlah wilayah. Saat ini, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat masih menjalani tahapan penilaian sebagai bagian dari proses menuju pengakuan yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

Karakter utama kawasan ini terletak pada bentang alam karst yang terbentuk jutaan tahun lalu. Lanskapnya ditandai bukit-bukit kapur yang menjulang, gua alami, sungai bawah tanah, hingga sistem eksokarst dan endokarst yang kompleks. Karst Sangkulirang-Mangkalihat juga tercatat sebagai salah satu sistem karst terbesar di Pulau Kalimantan.

Selain nilai geologinya, kawasan tersebut menyimpan jejak peradaban manusia masa lampau. Sejumlah gua prasejarah yang ditemukan di wilayah ini memperlihatkan lukisan cap tangan dan gambar hewan yang diperkirakan telah berusia ribuan tahun.

Kawasan geopark mencakup Kecamatan Sangkulirang, Sandaran, dan Karangan di Kutai Timur, serta Kecamatan Kelay, Tabalar, Biduk-Biduk, dan Batu Putih di Kabupaten Berau.

Menjelang kedatangan tim penilai yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang, perhatian terhadap kelestarian kawasan semakin mengemuka. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya menjaga keutuhan kawasan yang sedang menjalani proses pengakuan tersebut.

“Saya minta kepada seluruh pihak, agar tidak mengganggu keutuhan dan kelestarian kawasan (Geopark Sangkulirang Mangkalihat) yang sedang kita usahakan untuk mendapat pengakuan nasional bahkan kita juga upayakan mendapatkan pengakuan secara global,”ucap Bupati Ardiansyah.

Menurut dia, berbagai regulasi yang diterapkan telah mempertimbangkan aspek pelestarian kawasan, termasuk menjaga keaslian dan keutuhan hutan yang menjadi bagian penting dari wilayah tersebut.

“Kita sudah sepakat bahwa perijinan yang di keluarkan Pemeirntah baik Pusat maupun Daerah, sudah mempertimbangkan keasrian, keaslian dan keutuhan terutama di hutan yang menjadi pokok utama pembangunan kita di Kutai Timur,”ujarnya.

Ardiansyah berharap proses penilaian yang akan berlangsung dalam waktu dekat dapat menjadi momentum memperkenalkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat kepada masyarakat yang lebih luas.

“Ini (Geopark Sangkulirang Mangkalihat) akan menjadi catatan penting. Karena disana ada jejak kehidupan dan peradaban masnuia yang sudah ada beribu-ribu tahun yang lalu,”ucap Bupati Ardiansyah.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur Januar Bayu Irawan mengatakan berbagai persiapan terus dilakukan menjelang kedatangan tim penilai. Menurut dia, dukungan datang dari berbagai unsur mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga pihak swasta yang berada di sekitar kawasan geopark.

Ia menilai pengakuan terhadap Geopark Sangkulirang-Mangkalihat akan memberikan kepastian bagi perlindungan ekologi dan ekosistem di kawasan tersebut.

“Yang paling penting, apabila ditetapkanya Geopark Sangkulirang Mangkalihat ini sebagai warisan dunia akan ada jaminan keberlangsungan untuk menjaga ekologi dan ekosistem di wilayah tersebut. ini menjadi penting agar kawasan tersebut tetap lestari, terlindungi dari kerusakan, serta dapat dimanfaatkan secara bijak untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan,”bebernya.

Selain aspek konservasi, pengakuan tersebut juga dinilai berpotensi mendukung pengembangan berbagai sektor, termasuk infrastruktur penunjang yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan, pendidikan, penelitian, dan pariwisata berbasis alam.

“Untuk mengarah kesana (pariwisata) itu memang menjadi salah satu tujuan utama. Namun yang perlu di ingat yakni bagaimana konsistensi masyarakat sekitar untuk terus menjaga kawasan tersebut tetap Lestari dan berkelanjutan,”ucap Bayu.

Keberadaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat tidak hanya dipandang sebagai kekayaan alam Kalimantan Timur, tetapi juga sebagai kawasan yang menyimpan nilai ilmiah, sejarah, dan budaya yang penting. Karena itu, proses penilaian yang sedang berlangsung menjadi perhatian banyak pihak yang berharap kawasan tersebut memperoleh pengakuan lebih luas tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version