Dailykaltim.co – Pemerintah Indonesia memperkuat langkah diplomasi pendidikan global lewat forum Ambassador’s Talk yang digelar pada Senin (3/11/2025). Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) itu mempertemukan para duta besar dan pimpinan perguruan tinggi dari sejumlah negara sahabat untuk membangun jejaring kerja sama pendidikan lintas batas.

Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menekankan pentingnya peran pendidikan dan budaya sebagai jembatan diplomasi.

“Beasiswa ini bukan hanya kesempatan belajar, tetapi jembatan pemahaman antarbudaya yang mempererat kerja sama antarnegara. Melalui pendidikan, kita menumbuhkan rasa saling percaya dan solidaritas global,” ujar Wamen Stella.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, menyebut kerja sama pendidikan tinggi antarnegara merupakan kontribusi nyata Indonesia bagi pembangunan global yang inklusif.

“Diplomasi pendidikan adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama selatan-selatan. Melalui pendidikan, kita membangun jejaring masa depan yang saling menguatkan,” kata Wamen Arif.

Salah satu fokus pembahasan dalam forum ini adalah penguatan Indonesian Arts and Culture Scholarship (IACS) — program beasiswa seni dan budaya yang telah menjadi ikon diplomasi kebudayaan Indonesia sejak 2003. Program ini membuka peluang bagi anak muda berusia 18–30 tahun dari berbagai negara untuk mempelajari seni, budaya, dan kehidupan masyarakat Indonesia secara langsung selama dua bulan setiap tahun.

Sejak pertama kali digulirkan, lebih dari 1.000 peserta dari 85 negara di lima benua telah menjadi bagian dari program tersebut. Pemerintah kini berupaya memperluas jangkauan penerimanya ke kawasan Pasifik, Afrika, Asia Selatan, hingga Eropa. Melalui IACS, Indonesia tak hanya mengenalkan warisan budaya, tetapi juga memperkuat hubungan antarbangsa lewat pertukaran nilai dan pengalaman.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Stella Christie, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek Mukhamad Najib, dan Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional Kemlu Rina Setyawati, bersama sejumlah perwakilan diplomatik dan akademisi dari berbagai negara.

Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek, Mukhamad Najib, menyampaikan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan perluasan jumlah penerima beasiswa sekaligus peningkatan kerja sama universitas Indonesia dengan kampus luar negeri.

“Tahun depan, jumlah penerima Beasiswa TIA akan ditingkatkan dari 175 menjadi 250 mahasiswa internasional. Kami juga mendorong universitas negeri dan swasta di Indonesia untuk memperluas tawaran beasiswa bagi mahasiswa asing,” jelasnya.

Selain peningkatan jumlah penerima, forum ini juga menyoroti kemudahan akses administrasi visa dan peningkatan tunjangan hidup bagi mahasiswa asing. Kemdiktisaintek dan Kemlu akan mempercepat koordinasi untuk menyederhanakan proses tersebut. Para peserta juga sepakat membentuk asosiasi alumni IACS guna memperkuat jejaring global dan menjaga keberlanjutan kerja sama di masa depan.

Menutup pertemuan, Wamen Stella menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam membuka ruang belajar bagi dunia.

“Pendidikan adalah diplomasi terbaik kita. Melalui pertukaran ilmu dan budaya, Indonesia ingin membangun masa depan dunia yang saling memahami dan menghargai,” pungkasnya.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version