Dailykaltim.co – Label gizi pada kemasan makanan dan minuman kerap luput dari perhatian konsumen. Padahal, informasi yang tercantum di dalamnya dapat membantu masyarakat memahami kandungan nutrisi produk yang akan dikonsumsi.

Tidak sedikit produk kemasan menampilkan klaim seperti “rendah lemak”, “tanpa gula”, atau “tinggi serat” pada bagian depan kemasan. Namun, klaim tersebut belum tentu mencerminkan keseluruhan kandungan gizi produk. Karena itu, membaca label gizi dinilai penting untuk membantu konsumen membuat pilihan yang lebih bijak.

Label gizi memuat berbagai informasi nutrisi, mulai dari energi atau kalori, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, gula, hingga natrium. Melalui informasi tersebut, konsumen dapat mengontrol asupan gula, garam, dan lemak jenuh, sekaligus memilih produk yang mengandung lebih banyak serat dan protein.

Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah ukuran porsi (serving size). Seluruh angka yang tercantum pada label dihitung berdasarkan satu porsi sajian. Jika seseorang mengonsumsi lebih dari satu porsi, maka jumlah kalori dan kandungan nutrisi lainnya juga perlu dihitung sesuai jumlah yang dikonsumsi.

Kalori menjadi informasi penting karena berkaitan dengan kebutuhan energi tubuh. Dengan memahami jumlah kalori dalam suatu produk, masyarakat dapat mengatur asupan energi harian secara lebih terukur, terutama bagi mereka yang sedang menjaga atau menurunkan berat badan.

Selain itu, konsumen juga dianjurkan memperhatikan kandungan makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat mencakup gula dan serat yang berperan dalam penyediaan energi serta kesehatan pencernaan. Protein dibutuhkan untuk menjaga dan membangun massa otot, sedangkan lemak perlu dikontrol karena memiliki kandungan energi yang lebih tinggi dibanding nutrisi lainnya.

Kandungan gula dan natrium juga menjadi komponen yang perlu dicermati. Konsumsi gula tambahan berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, sementara asupan natrium yang terlalu tinggi berkaitan dengan peningkatan tekanan darah.

Label gizi juga biasanya mencantumkan persentase Angka Kecukupan Gizi (%AKG) atau Daily Value. Informasi ini menunjukkan kontribusi suatu nutrisi terhadap kebutuhan harian berdasarkan rata-rata kebutuhan energi 2.000 kalori per hari. Persentase tersebut dapat membantu konsumen menilai apakah suatu kandungan nutrisi tergolong rendah atau tinggi.

Selain tabel gizi, daftar bahan atau ingredients juga penting diperhatikan. Komposisi bahan ditulis berdasarkan jumlah terbanyak hingga paling sedikit. Jika gula, sirup, atau bahan olahan tertentu tercantum pada urutan awal, hal itu dapat menjadi indikasi bahwa kandungan bahan tersebut cukup tinggi dalam produk.

Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai klaim pemasaran pada kemasan. Istilah seperti “natural”, “low fat”, atau “zero sugar” sebaiknya tetap diverifikasi melalui informasi nilai gizi dan komposisi bahan yang tercantum pada kemasan.

Memahami label gizi dinilai sebagai langkah sederhana yang dapat membantu masyarakat mengontrol pola makan, memilih produk secara lebih cermat, serta mendukung penerapan gaya hidup sehat dalam jangka panjang. Dengan membiasakan diri membaca informasi pada bagian belakang kemasan, konsumen dapat mengetahui lebih jelas kandungan yang masuk ke dalam tubuh setiap hari.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version