Dailykaltim.co – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu memperkuat promosi kopi Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi perdagangan dengan pelaku industri kopi di Tenom, Sabah, Malaysia. Informasi tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada Sabtu, 15 November 2025, setelah Konsul Jenderal RI, Noorman Effendi, melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut sehari sebelumnya.

Tenom dikenal sebagai pusat produksi kopi Sabah dan memiliki peran strategis dalam rantai pasok kopi di Malaysia Timur. Dalam kunjungan itu, delegasi KJRI bertemu Ketua Chinese Chamber of Commerce Tenom, Datuk Yong Chung Ngee, pengusaha roastery, importir kopi, serta perwakilan pabrik pengolahan terbesar di daerah tersebut.

Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama perdagangan yang dinilai saling menguntungkan. Diskusi mencakup peluang peningkatan impor biji kopi Indonesia untuk kebutuhan pengolahan di Tenom, hingga kemungkinan pemasaran produk olahan kopi Indonesia dengan merek dagang lokal Sabah.

Berbagai varian kopi unggulan Tanah Air turut menjadi fokus pembahasan, mulai dari Gayo, Bali, Mandailing hingga Toraja. Para pelaku usaha juga menyoroti potensi racikan premium Tenom yang dapat menggabungkan karakter kuat kopi Indonesia dengan selera konsumen Sabah.

Dalam kesempatan itu, Konjen Noorman menekankan reputasi kopi Indonesia yang telah dikenal secara global.

“Kini saatnya kita memperkuat penetrasi kopi Indonesia di Tenom, pusat industri kopi Sabah, dan pemain penting dalam pasar kopi Malaysia,” katanya.

KJRI Kota Kinabalu menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti peluang kemitraan tersebut dengan menjembatani pelaku usaha Indonesia dan pihak terkait di Sabah.

“Kami meyakini preferensi konsumen Sabah memiliki ruang yang luas bagi rasa dan kualitas kopi Indonesia,” ujar Noorman.

Ia juga menegaskan bahwa kunjungan tersebut ditujukan untuk meningkatkan minat industri kopi Sabah terhadap kualitas kopi Indonesia.

“Harapannya, pangsa kopi Indonesia di Sabah dapat terus meningkat, meski persaingan global semakin ketat,” katanya.

Selain bertemu pelaku usaha, delegasi KJRI mengunjungi pabrik kopi Yit Foh dan Tong Fah, dua produsen terbesar di Tenom yang telah menggunakan biji kopi asal Indonesia. Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat proses produksi secara langsung sekaligus memetakan kebutuhan industri kopi Sabah agar dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi nasional.

KJRI menilai kerja sama komoditas kopi dengan Sabah memiliki prospek ekonomi luas, tidak hanya pada sektor perdagangan, tetapi juga pada pengembangan industri kreatif berbasis kopi, wisata kopi, pelatihan barista, hingga peningkatan kualitas pascapanen. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi kedua wilayah serta memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kopi unggulan dunia.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version