Dailykaltim.co – Kementerian Kesehatan memperketat kewaspadaan di seluruh pintu masuk negara menyusul laporan kemunculan kembali Virus Nipah di India. Pengawasan ditingkatkan di bandara, pelabuhan, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai langkah deteksi dini guna mencegah potensi masuk dan penyebaran penyakit tersebut ke wilayah Indonesia.

Penguatan kewaspadaan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah. Melalui edaran itu, Kementerian Kesehatan menginstruksikan peningkatan kesiapsiagaan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bidang Kekarantinaan Kesehatan yang bertugas di pintu masuk negara.

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Murti Utami mengatakan, langkah pencegahan difokuskan pada penguatan surveilans, pengendalian faktor risiko, serta kesiapsiagaan sumber daya kesehatan secara terintegrasi.

“Deteksi dini di pintu masuk negara menjadi kunci untuk mencegah masuk dan menyebarnya Virus Nipah ke wilayah Indonesia,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Dalam pelaksanaan surveilans, petugas kekarantinaan kesehatan meningkatkan pengawasan terhadap alat angkut, orang, dan barang yang datang dari luar negeri, khususnya dari negara yang melaporkan kasus Virus Nipah. Pemeriksaan dilakukan melalui pengisian deklarasi kesehatan pelaku perjalanan menggunakan All Indonesia–SATUSEHAT Health Pass (SSHP).

Selain itu, petugas melakukan pemantauan suhu tubuh menggunakan thermal scanner serta pengamatan terhadap tanda dan gejala klinis pelaku perjalanan di area kedatangan internasional. Pengawasan dilakukan dengan menyiagakan petugas di titik-titik kedatangan utama.

Apabila ditemukan pelaku perjalanan dengan gejala seperti demam, penurunan kesadaran, kejang, muntah, batuk, pilek, atau sesak napas, petugas akan melakukan pemeriksaan dan observasi lanjutan. Pelaku perjalanan yang masuk kategori suspek atau probable Virus Nipah langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan.

Setiap temuan kasus dilaporkan sesuai pedoman melalui sistem event based surveillance pada Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), Public Health Emergency Operations Centre (PHEOC), serta Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES).

Kementerian Kesehatan juga memperkuat pengendalian faktor risiko melalui penilaian berbasis risiko terhadap alat angkut dan barang yang masuk ke wilayah Indonesia guna memastikan kelayakan dan keamanan dari aspek kesehatan. Investigasi epidemiologis serta respons penanggulangan dilakukan secara terkoordinasi dengan otoritas di pintu masuk negara, dinas kesehatan daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

Pengawasan turut diperluas terhadap potensi risiko kesehatan yang dibawa oleh hewan, tumbuhan, dan produk sejenis melalui koordinasi dengan instansi karantina hewan, ikan, dan tumbuhan setempat. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan petugas kekarantinaan, termasuk pemenuhan logistik serta sarana dan prasarana untuk deteksi dini dan penanganan kasus.

Koordinasi lintas sektor juga diperkuat dengan otoritas pelabuhan, bandar udara, dan PLBN, imigrasi, bea cukai, dinas kesehatan daerah, laboratorium, serta rumah sakit rujukan. UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan turut melakukan sosialisasi kewaspadaan Virus Nipah, mendukung pengiriman spesimen ke laboratorium rujukan, serta menyusun rencana kontinjensi sebagai antisipasi potensi kejadian luar biasa atau wabah.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik dengan tingkat kematian yang dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen. Hingga saat ini, Indonesia belum melaporkan adanya kasus konfirmasi Virus Nipah pada manusia. Meski demikian, Kementerian Kesehatan menilai kewaspadaan tetap diperlukan mengingat tingginya mobilitas penduduk dan kedekatan geografis dengan negara-negara yang pernah mengalami wabah.

Selain itu, sejumlah penelitian di Indonesia menunjukkan adanya temuan virus pada kelelawar buah (Pteropus sp.) yang menjadi reservoir alami Virus Nipah. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan situasi kesehatan global.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version