Dailykaltim.co, Penajam – Sebanyak 104 peserta dari berbagai instansi dan lembaga mengikuti Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus berupa Pelatihan Psychological First Aid (PFA) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU), Senin (25/5/2026). 

Pelibatan lintas sektor ini menunjukkan bahwa perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU itu diikuti unsur kepolisian, kejaksaan, pengadilan, perangkat daerah, UPTD PPA, puskesmas, rumah sakit, relawan, lembaga masyarakat, hingga unsur pendidikan. Pelatihan ini menghadirkan Aulia Suhesty, Psikolog, sebagai narasumber.

Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja perlindungan membutuhkan sinergi karena korban atau penyintas krisis dapat membutuhkan banyak jenis layanan sekaligus.

“Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu, serta kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Jansje.

Berdasarkan daftar undangan, peserta berasal dari Unit PPA Satreskrim Polres PPU , Kejaksaan Negeri Penajam, Pengadilan Negeri Penajam, Pengadilan Agama Penajam, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, UPTD PPA, puskesmas se-PPU, Puspaga Benuo Taka, BPBD, PMI, relawan DRPPA, TAGANA, PATBM, hingga unsur media dan sekolah.

Komposisi peserta tersebut menggambarkan luasnya pihak yang dapat bersinggungan dengan korban kekerasan, bencana, atau situasi krisis. Ada yang berperan pada tahap pelaporan, pendampingan hukum, layanan kesehatan, pemulihan psikologis, perlindungan sosial, hingga dukungan komunitas.

Jansje menilai, pelatihan PFA menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antarlembaga. Ketika setiap pihak memahami dasar pertolongan pertama psikologis, penanganan korban diharapkan lebih terarah dan tidak terputus antarinstansi.

“Semoga melalui pelatihan ini, kita dapat memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam menciptakan layanan perlindungan yang lebih optimal bagi perempuan, anak, dan masyarakat yang membutuhkan dukungan psikososial di PPU,” tandasnya.

[PRD | ADV DP3AP2KB PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version