Dailykaltim.co, Samarinda – Kota Samarinda mulai mengandalkan insinerator untuk mengurangi timbunan sampah harian. Dari 10 unit yang disiapkan, satu insinerator disebut mampu mengolah sedikitnya delapan ton sampah per hari dalam satu kali operasional.

Peresmian pengoperasian insinerator dilakukan di Kampung Baqa, Jalan Hasanuddin, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa, 30 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026. Lokasi tersebut mewakili sembilan unit insinerator lain yang tersebar di berbagai wilayah Samarinda.

Kegiatan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda itu dihadiri Wali Kota Samarinda Andi Harun, Wakil Wali Kota Samarinda, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta sejumlah perwakilan instansi dan perusahaan.

Selain peresmian insinerator, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon. Andi Harun mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk partisipasi langsung dalam menjaga lingkungan.

“Sebagai ajakan kepada masyarakat agar salah satu cara kita berpihak secara konkret, berafirmasi terhadap ketahanan iklim kita itu yang secara konkret ya menanam pohon, daripada sekadar kegiatan acara seremonial di dalam hotel, di gedung,” ujarnya.

Menurut Andi Harun, dipilihnya Kampung Baqa sebagai lokasi peresmian bertujuan memperlihatkan bahwa fasilitas pengolahan sampah yang telah dipersiapkan kini mulai beroperasi.

Ia menjelaskan satu unit insinerator dapat mengolah minimal delapan ton sampah per hari dalam satu shift operasional. Kapasitas tersebut dapat meningkat jika jam operasional diperpanjang menjadi dua atau tiga shift.

“Jadi kalau misalnya kita bisa dua shift, maka bisa 16 ton, bisa tiga shift ya pokoknya perkaliannya 8. Dan ada 10 insinerator kita di Kota Samarinda. Jadi kalau rata-rata misalnya 16 ton dalam satu hari dikali 10, berarti kan ada 160 ton terjadi pengurangan terhadap 600 ton per hari dari jumlah total kita,” kata Andi Harun.

Berdasarkan perhitungan tersebut, 10 insinerator berpotensi mengurangi volume sampah hingga 160 ton per hari apabila seluruh unit beroperasi dalam dua shift.

Andi Harun menambahkan pengaturan jumlah shift juga mempertimbangkan kesiapan tenaga kerja yang mengoperasikan fasilitas tersebut. Penambahan jam operasional dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi fisik pekerja dan kebutuhan pengelolaan di lapangan.

Mengenai kesiapan seluruh insinerator yang tersebar di 10 kecamatan, ia mengatakan proses pengoperasian dilakukan secara bertahap. Sejumlah lokasi masih menyelesaikan kebutuhan pendukung, terutama terkait akses menuju fasilitas.

“Secara bertahap, kalau mesinnya sudah siap semua cuma ada yang faktor lingkungannya misalnya ini jalan aksesnya, kalau mesinnya sudah pada siap semua,” ujarnya.

Data Pemerintah Kota Samarinda menunjukkan volume sampah harian di kota tersebut mencapai sekitar 600 ton per hari. Kehadiran insinerator diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus memperpanjang usia layanan tempat pemrosesan akhir yang ada saat ini.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version