Dailykaltim.co, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan penataan kawasan Kampung Tenun dan Waterfront City Lambung Mangkurat sebagai bagian dari upaya pengurangan kawasan kumuh di pusat kota.
Penataan itu difokuskan pada perbaikan kualitas lingkungan permukiman, terutama di kawasan sempadan sungai yang masih menghadapi persoalan sanitasi, banjir, hingga kerawanan kebakaran.
Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Samarinda, luas kawasan kumuh di Samarinda saat ini tersisa 26,83 hektare dari sebelumnya 70,51 hektare. Namun, Kampung Tenun masih menjadi salah satu kawasan yang memerlukan penanganan lanjutan dengan luas sekitar 5,73 hektare.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Samarinda Ronny Surya mengatakan sebagian besar bangunan di kawasan tersebut masih berupa rumah kayu non permanen dengan kondisi lingkungan yang belum tertata optimal.
Meski dilakukan penataan ulang, Pemkot Samarinda menyebut identitas Kampung Tenun sebagai kawasan budaya dan ekonomi kreatif tetap dipertahankan. Konsep yang disiapkan berupa hunian terintegrasi dengan ruang usaha masyarakat.
Selain peningkatan kualitas hunian, penataan juga mencakup perbaikan jalan lingkungan, drainase, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga sistem proteksi kebakaran.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan penanganan kawasan kumuh membutuhkan keterlibatan lintas sektor agar program berjalan maksimal.
“Koordinasi antar-OPD harus diperkuat. Semua harus terlibat sesuai tugas dan kewenangannya agar penanganan ini bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta setiap organisasi perangkat daerah menunjukkan hasil nyata dalam program penataan kawasan permukiman.
“Kalau bicara pembangunan, ukurannya adalah hasil dan angka. Setiap OPD harus mampu menunjukkan kontribusi nyata terhadap penurunan kawasan kumuh, peningkatan kualitas lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pemkot Samarinda menargetkan Kampung Tenun dan Waterfront City Lambung Mangkurat berkembang menjadi kawasan permukiman yang lebih layak sekaligus memiliki daya tarik wisata budaya.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
