Dailykaltim.co, Kutim – Komoditas aren mulai mendapat perhatian sebagai salah satu sektor perkebunan yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan di Kabupaten Kutai Timur. Di tengah dominasi kelapa sawit, tanaman aren dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas karena hampir seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual.

Potensi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kunjungan jajaran Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Timur ke PT Sultan Aren Indonesia (SAI) di Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (4/7/2026). Kunjungan tersebut membahas peluang pengembangan aren dari sektor budidaya hingga pemasaran produk turunannya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disbun Kutim Aliansyah Saragih mengatakan pengembangan aren tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas petani, penyediaan benih unggul, penguatan industri pengolahan, hingga perluasan pasar.

Menurut dia, petani akan menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan pengembangan komoditas tersebut. Karena itu, peningkatan keterampilan budidaya dan pengolahan hasil dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai ekonomi aren dapat dimaksimalkan.

Selain memperkuat sumber daya manusia, Disbun juga menyiapkan langkah untuk menjaga ketersediaan benih berkualitas. Salah satunya melalui pengembangan pohon induk aren genjah Kutim yang saat ini berada di kawasan Kandolo.

Program tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya pemulia dari Balai Penelitian Tanaman Palma (Balitka) Manado, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, UPT Pengawas Benih Disbun Kalimantan Timur, serta Disbun Kutim.

Aren dinilai memiliki potensi ekonomi yang luas karena tidak hanya menghasilkan nira untuk diolah menjadi gula cetak, gula semut, maupun gula cair. Tanaman ini juga menghasilkan kolang-kaling, ijuk, lidi, hingga batang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

Bahkan, pati atau sagu aren disebut berpotensi menjadi alternatif sumber pangan yang dapat mendukung program ketahanan pangan di masa depan.

Untuk mempercepat pengembangannya, Disbun Kutim menjajaki kerja sama dengan PT Sultan Aren Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan pada penguatan kapasitas petani, pengembangan industri hulu dan hilir, perluasan akses pasar, serta penguatan kelembagaan petani dengan mengadopsi model pengelolaan yang telah diterapkan perusahaan tersebut.

Kutai Timur juga memiliki modal penting berupa aren genjah Kutim yang telah ditetapkan sebagai satu-satunya varietas aren nasional oleh Menteri Pertanian. Namun, keberadaan pohon induk yang berada di kawasan Taman Nasional Kutai menjadi perhatian tersendiri sehingga pembangunan kebun induk duplikat di luar kawasan konservasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan plasma nutfah varietas tersebut.

Di sisi lain, pengembangan aren masih menghadapi sejumlah tantangan. Ketersediaan tenaga kerja untuk kegiatan panen dan pascapanen, proses pengolahan nira menjadi produk turunan, hingga kebutuhan energi dalam produksi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diantisipasi.

CEO PT Sultan Aren Indonesia, Ilham Saputra, menilai potensi aren di Kutai Timur cukup besar dan memiliki peluang berkembang menjadi komoditas unggulan apabila dikelola secara terintegrasi.

“Kami siap mendampingi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan para petani dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mulai dari teknik budidaya, pengolahan hasil, pengembangan industri hilir, hingga strategi pemasaran. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis aren dapat menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, permintaan pasar terhadap berbagai produk olahan aren terus meningkat, baik di dalam negeri maupun pasar ekspor. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi Kutai Timur untuk mengembangkan industri aren yang memiliki daya saing.

“Kami juga siap menjalin kerja sama yang berkelanjutan dengan Dinas Perkebunan Kutai Timur. Harapan kami, aren genjah Kutim sebagai varietas unggul nasional dapat terus dilestarikan, dikembangkan, dan menjadi kebanggaan daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Jika dikembangkan secara berkelanjutan, aren tidak hanya berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi petani, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya industri pengolahan berbasis sumber daya lokal yang bernilai tambah tinggi di Kutai Timur.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version