Dailykaltim.co, Penajam – Penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok 3B atau bumil, busui, dan balita di Penajam Paser Utara (PPU) akan menyesuaikan jangkauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setelah distribusi perdana di Kelurahan Nipah-nipah, program ini mulai berjalan di sejumlah wilayah lain yang dekat dengan dapur layanan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan sasaran program MBG 3B tidak semata-mata ditentukan berdasarkan wilayah pesisir atau nonpesisir. Penyalurannya lebih bergantung pada keberadaan SPPG dan sasaran penerima di wilayah tersebut.

“Ini tergantung apakah di daerahnya dekat dengan SPPG, jadi kalau dekat dengan SPPG dan ada sasarannya ya itu diberikan,” ujar Jansje.

Menurutnya, kedekatan wilayah dengan SPPG menjadi faktor penting karena distribusi makanan bergizi membutuhkan ketepatan waktu, kesiapan logistik, dan kemampuan layanan. Makanan yang disalurkan harus tetap layak konsumsi, sehingga jarak dan kapasitas dapur menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan.

Jansje menjelaskan, SPPG juga memiliki tanggung jawab distribusi utama ke sekolah. Karena itu, penyaluran kepada kelompok 3B dilakukan dengan melihat kemampuan masing-masing SPPG setelah memenuhi distribusi reguler tersebut.

“Tergantung juga kemampuan dari SPPG-nya, dia bisa memberikan berapa kepada kelompok sasaran di luar distribusi yang ke sekolah,” katanya.

Dengan pola tersebut, jumlah penerima di setiap wilayah dapat berbeda. SPPG yang memiliki kapasitas lebih besar bisa menjangkau kelompok sasaran di luar sekolah, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Namun, wilayah yang belum memiliki dukungan SPPG terdekat masih perlu menunggu kesiapan layanan.

Sejauh ini, program MBG 3B tidak hanya berjalan di Kelurahan Nipah-nipah. Jansje menyebut beberapa kelurahan lain juga sudah mulai mendapatkan penyaluran.

“Saat ini, selain di Kelurahan Nipah-nipah, sudah ada juga di Kelurahan Gunung Steleng, Kelurahan Nenang dan Lawe-lawe,” jelasnya.

Penyaluran di sejumlah kelurahan itu menjadi langkah awal memperluas akses makanan bergizi kepada kelompok berisiko. Kelompok 3B dinilai penting karena berada dalam fase yang berkaitan langsung dengan pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

Balita membutuhkan asupan gizi untuk mendukung pertumbuhan. Ibu hamil perlu mendapat pemenuhan gizi yang baik sejak masa kandungan. Sementara ibu menyusui membutuhkan nutrisi memadai untuk pemulihan dan pemberian ASI.

Namun, tidak semua wilayah di PPU sudah terjangkau. Jansje menyebut, daerah Waru dan Babulu belum masuk dalam distribusi MBG 3B. Sementara Kecamatan Sepaku sudah memiliki satu SPPG yang menjalankan program tersebut.

“Untuk yang belum di daerah Waru dan Babulu. Untuk sepaku sudah ada satu SPPG yang melaksanakan,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perluasan program masih bertahap. Pemerintah daerah perlu melihat kesiapan SPPG di tiap wilayah, baik dari sisi produksi, jarak distribusi, jumlah sasaran, maupun kemampuan menjangkau kelompok penerima di luar sekolah.

[PRD | ADV DP3AP2KB PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version