Dailykaltim.co, Kutim – Sebanyak dua ton kakao fermentasi asal Desa Karangan Ilir, Kecamatan Karangan, mulai dipasarkan ke Kota Bandung, Jawa Barat. Pengiriman perdana tersebut menjadi penanda semakin terbukanya akses pasar bagi komoditas kakao Kutai Timur di luar daerah.

Pengiriman dilakukan kepada PT Rasantara Cipta Pangan, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan pangan. Pelepasan pengiriman perdana berlangsung di Kutai Timur, Rabu (17/6/2026).

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menilai keberhasilan menembus pasar luar daerah menunjukkan kualitas kakao fermentasi yang dihasilkan petani setempat semakin mendapat pengakuan.

“Ini capaian yang luar biasa. Saya memberikan jempol kepada Camat Karangan, kepala desa, kelompok tani, dan seluruh pihak yang terus bergerak mengembangkan kakao fermentasi. Hari ini baru 2 ton per bulan, tetapi saya melihat potensinya jauh lebih besar,” ujar Ardiansyah.

Menurut dia, kakao menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki prospek menjanjikan karena biaya produksi relatif rendah dan mampu memberikan nilai tambah lebih tinggi setelah melalui proses fermentasi.

“Dari sisi kualitas dan cita rasa, kakao Kutai Timur memiliki keunggulan tersendiri. Karena itu saya mendorong agar proses Sertifikasi Indikasi Geografis segera dilakukan. Sehingga kakao Kutim memiliki identitas dan pengakuan yang kuat di tingkat nasional dan bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat yang mengembangkan,” tegasnya.

Ardiansyah juga menyebut Kutai Timur memiliki sejumlah komoditas unggulan lain yang berpotensi dikembangkan, seperti aren, nanas, pisang, dan karet. Menurutnya, sektor pertanian dan usaha masyarakat menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi daerah di masa mendatang.

“Kalau sektor pertambangan hanya dinikmati oleh pelaku usaha yang bermodal besar, maka sektor pertanian dan UMKM memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menjadi pelaku usaha utama,” katanya.

Camat Karangan Muhammad Reza Pahlevi mengatakan keberhasilan memasok kakao fermentasi ke industri pengolahan di Bandung menjadi bukti bahwa produk petani di wilayahnya mampu bersaing di pasar nasional.

“Kerja sama ini menjadi pembuktian mutu. Kami berharap pasokan perdana ini menjadi pembuka jalinan kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan antara petani di Kutai Timur dan dunia usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kutai Timur Arief Nur Wahyuni menyebut pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan kakao melalui pendampingan budidaya, peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, serta percepatan sertifikasi Indikasi Geografis.

“Kami ingin kakao Kutai Timur memiliki identitas yang kuat dan diakui secara nasional. Dengan begitu nilai jual produk akan semakin meningkat dan mampu memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi petani,” ujarnya.

Kepala Desa Karangan Ilir Jubair mengungkapkan luas lahan kakao produktif di wilayahnya saat ini mencapai sekitar 140 hektare dengan potensi produksi sekitar 150 ton kakao kering per tahun.

Menurut dia, tren pengolahan kakao fermentasi terus meningkat dalam dua tahun terakhir karena memberikan nilai jual lebih tinggi dibanding kakao nonfermentasi.

“Dalam dua tahun terakhir perkembangan kakao fermentasi sangat pesat. Dari yang sebelumnya tidak ada sama sekali, kini sekitar 30 hingga 40 persen petani sudah beralih ke sistem fermentasi. Selisih harga jualnya bisa mencapai Rp20 ribu per kilogram sehingga sangat membantu meningkatkan pendapatan petani,” jelas Jubair.

Ia menambahkan kerja sama pasokan rutin sebanyak dua ton per bulan memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani. Dari pengiriman perdana tersebut, nilai transaksi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp200 juta.

“Harapan kami ke depan volume pengiriman terus meningkat sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaat ekonomi dari kakao fermentasi,” pungkasnya.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version