Dailykaltim.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada September 2026. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau bahkan berpotensi berlanjut hingga awal 2027.

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar mengatakan, BMKG telah merilis perkiraan kondisi cuaca 2026 sejak Mei. Musim kemarau mulai menguat pada akhir Juni dan berlangsung hingga beberapa bulan berikutnya.

“Memang mulai dari bulan Mei itu BMKG telah merilis perkiraan cuaca untuk tahun 2026. Naiknya musim kemarau kita, atau sering BMKG itu membahasakan hari tanpa curah hujan itu relatif panjang dari sisi waktu, naiknya itu di akhir bulan Juni,” kata Tohar.

Ia mengatakan fenomena yang disebutnya sebagai El Nino Godzilla mulai meningkat secara perlahan sejak akhir Juni hingga Juli. Kondisi tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada September.

“Naiknya itu perlahan mulai dari akhir bulan Juni ke Juli. Nah, kemudian puncaknya itu diperkirakan di bulan September. Maka ada juga fenomenanya extend atau pelampauan tahun berjalan sampai ke awal tahun 2027. Itu rilis BMKG,” ujarnya.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab PPU telah melakukan konsolidasi sejak awal dengan melibatkan unsur yang berada dalam rumpun kebencanaan. Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, Brigade Karhutla di bawah Dinas Pertanian, serta Satpol PP.

Selain unsur pemerintah daerah, Pemkab PPU juga membangun kolaborasi dengan perusahaan, baik sektor kehutanan maupun perkebunan.

“Rumpun kebencanaan itu siapa-siapa? Yang pertama adalah BPBD, kemudian Damkar, supporting tenaganya mungkin ada teman-teman di Brigade Karhutla yang ada di bawah Dinas Pertanian, kemudian pengerahan yang relatif mudah teman-teman di Satpol PP,” jelasnya.

“Untuk internal pemerintah daerah. Kemudian membangun kolaborasi sama dengan perusahaan. Baik itu perusahaan perhutanan maupun perkebunan,” sambung Tohar.

Menurutnya, kesiapan personel dan peralatan juga telah dilakukan melalui apel gelar peralatan dan personel. Langkah tersebut disiapkan untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya dampak kemarau.

Tohar mengatakan kondisi cuaca ekstrem juga membuat intensitas kebakaran lahan dan hutan semakin sering terjadi. Karena itu, Pemkab PPU telah menetapkan status siaga darurat sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Alhamdulillah dari sisi kebijakan kita, PPU telah menetapkan siaga darurat. Siaga itu adanya kesiagaan. Peralatan, perlengkapan, personel sudah,” katanya.

Meski demikian, Tohar menyebut kondisi di lapangan hingga saat ini masih relatif terkendali. Penanganan kebakaran masih dapat dilakukan dengan kekuatan internal pemerintah daerah dan kolaborasi bersama pihak lain.

“Sampai dengan saat ini masih relatif terkendali. Terkendalinya itu maksudnya masih bisa ditangani tanpa campur tangan luar. Masih dengan organik kita dengan membangun kolaborasi,” ujarnya.

Pemkab PPU juga mendapat dukungan dari unsur TNI dan Polri yang memperoleh instruksi serupa dari satuan komando masing-masing untuk menghadapi kondisi kemarau dan potensi bencana.

Tohar mengatakan pemerintah harus menyiapkan diri menghadapi dua persoalan utama selama kemarau, yakni meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan serta persoalan ketersediaan air.

“Nah, ini ada dua persoalan kita dihadapi. Satu persoalan karhutlanya itu sendiri kalau memang tidak ada curah hujan segera, yang kedua ya persoalan air,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah harus terus melakukan antisipasi, terutama karena perkiraan hujan masih rendah hingga pertengahan atau akhir September.

“Sebetulnya kalau perkiraan hujan itu ada, tapi masih rendah itu nanti di bulan September pertengahan sampai akhir,” ujar Tohar.

Ia juga mengatakan rekayasa cuaca belum dapat menjadi solusi utama karena pelaksanaannya bergantung pada keberadaan bibit awan.

“Rekayasa cuaca juga belum efektif. Karena rekayasa cuaca juga tidak bisa dilakukan manakala tidak ada bibit awan,” tandasnya.


[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version