Dailykaltim.co, Penajam – Sejumlah wilayah di Penajam Paser Utara (PPU) mulai merasakan dampak serius penyusutan air baku pada musim kemarau. Perumda AMDT PPU menyebut, wilayah seperti Lawe-Lawe, Sotek, dan Babulu menjadi titik yang kondisinya cukup berat, sementara distribusi air bersih untuk daerah terdampak mulai ditangani melalui Satgas Bencana Alam.

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, mengatakan gangguan terparah saat ini terjadi di beberapa titik. Sotek bahkan disebut sudah tidak mengalir lebih dari dua pekan.

“Jadi yang kondisinya agak parah ini memang ada tiga, ya. Lawe-Lawe, induk kita. Kemudian Sotek sudah mati 2 minggu lebih. Kemudian ini berangsur di Babulu,” ujar Rasyid.

Menurut Rasyid, kondisi tersebut membuat penanganan tidak bisa hanya mengandalkan mekanisme distribusi reguler Perumda AMDT PPU. Untuk wilayah yang sudah sangat terdampak, bantuan air bersih akan dilakukan melalui koordinasi Satgas Bencana Alam.

Satgas tersebut dipimpin Sekretaris Daerah PPU sebagai ex officio, sementara pelaksanaan lapangan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD.

“Nah, untuk wilayah yang sudah sangat terdampak, misalnya di Sotek, penanganannya akan diambil alih oleh Satgas Bencana Alam yang dipimpin oleh Pak Sekda sebagai ex officio dan pelaksana lapangannya itu adalah BPBD,” katanya.

Rasyid menjelaskan, penyaluran air bersih melibatkan banyak pihak. Ada delapan institusi yang bergabung untuk memastikan air dapat dikirim ke titik-titik masyarakat yang membutuhkan.

“Nah, di situ bergabung delapan institusi, BPBD, DLH, DPKP, BWS, OIKN, Pertamina, PDAM, dan beberapa stakeholder lainnya. Tugasnya mereka adalah menyalurkan air ke masyarakat, ke titik-titik di mana masyarakat membutuhkan. Catatan, ini airnya enggak minta ke PDAM, ya,” jelasnya.

Menurutnya, Perumda AMDT PPU tetap menjadi pihak yang menyediakan air. Namun, proses pengantaran kepada masyarakat dilakukan melalui BPBD dan unsur yang tergabung dalam satgas.

“Yang menyediakan airnya PDAM, tetapi yang mengantar distribusinya itu melalui BPBD. Nah, yang sekarang sudah ditangani itu adalah di Sepaku, ada dua daerah di Sepaku. Kemudian di Babulu itu tiga wilayah dilayani,” ujarnya.

Rasyid menyebut, sumber air untuk distribusi darurat berasal dari dua jenis. Ada air bersih yang belum diolah dan ada air hasil olahan Perumda AMDT PPU. Pengambilan air dilakukan dari sejumlah unit yang masih memungkinkan.

“Airnya ada dua. Airnya itu air bersih tapi tidak diolah. Itu ngambil dari sumur miliknya BWS atau air yang diolah ngambil di PDAM. Ngambilnya di Unit Babulu, Maridan dan Waru,” katanya.

Untuk wilayah Penajam, Rasyid menyebut layanan masih bisa berjalan meski ada penurunan kapasitas. Namun, apabila ada masyarakat yang terdampak, permohonan bantuan air bersih tetap bisa diajukan melalui BPBD.

“Sementara ini masih bisa untuk di Penajam. Jadi kalau misalnya ada masyarakat yang terdampak itu boleh mengajukan permohonan bantuan air bersih, tapi melalui BPBD,” jelasnya.

Mekanisme pengajuan bantuan air bersih dilakukan secara terkoordinasi. Untuk wilayah tertentu, permohonan akan dihimpun melalui RT, kelurahan, atau desa agar penyaluran lebih tertib dan tepat sasaran.

“Untuk beberapa kelurahan yang saya sebut tadi, itu dikoordinir oleh RT dan kelurahan atau desanya dan itu gratis,” ujar Rasyid.

Ia menegaskan, bantuan air bersih untuk wilayah terdampak tidak dipungut biaya. Hal itu menjadi bagian dari penanganan darurat agar masyarakat tetap mendapatkan air untuk kebutuhan dasar selama pasokan terganggu.

Di sisi lain, Perumda AMDT PPU tetap mengupayakan distribusi reguler di wilayah yang masih memungkinkan. Untuk Kecamatan Penajam, aliran air masih diatur agar pelanggan tetap mendapat layanan meski waktunya tidak selalu sama.

“Tapi untuk masyarakat enggak usah khawatir. Meskipun ada pengurangan kapasitas distribusi, tapi masyarakat enggak perlu khawatir untuk yang Kecamatan Penajam karena tetap akan ada air yang kita alirkan,” katanya.

Rasyid mengatakan, jadwal distribusi sedang disusun menyesuaikan kondisi sumber air. Dalam kondisi tertentu, air kemungkinan dialirkan pada sore atau malam hari.

“Meskipun mungkin nanti dialirkan di sore hari atau mungkin di malam hari. Kita lagi ngatur schedule pembagiannya. Misalnya Petung itu tanggal berapa, hari apa, jam berapa, ini kita lagi kondisikan, gitu. Secara umum kita masih bisa mengalirkan ke masyarakat,” tandasnya.

[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version