Dailykaltim.co, Penajam – Rencana pengembangan pelabuhan alternatif di kawasan Nenang mulai masuk dalam perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU). Kawasan pesisir itu dilihat bukan hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga berpeluang menjadi ruang pertumbuhan ekonomi baru yang terhubung dengan logistik, jasa kapal, dan pariwisata.

Wacana pelabuhan di Nenang dan Nipah-Nipah sebelumnya mencuat setelah Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan perlunya penguatan akses pelabuhan di PPU agar distribusi logistik ke Balikpapan lebih cepat dan efisien. Rudy menyebut kawasan Nenang-Nipah-Nipah strategis karena dekat dengan Pelabuhan Semayang Balikpapan, dengan jarak sekitar 3,8 kilometer atau kurang lebih 2 mil laut. 

Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan, mengatakan pihaknya masih akan melihat hasil analisis lebih lanjut. Namun, potensi kawasan Nenang dinilai sejalan dengan gagasan yang pernah disampaikan Gubernur Kaltim.

“Kita lihat analisisnya nanti, karena di situ banyak potensi seperti yang disampaikan Pak Gubernur mengenai potensi-potensi ke depan karena ada potensi ekonomi dan pariwisata,” ujar Agus.

Menurut Agus, jika pelabuhan dikembangkan di kawasan tersebut, dampaknya tidak hanya berkaitan dengan pergerakan penumpang. Aktivitas ekonomi juga dapat tumbuh dari layanan bongkar muat, sandar kapal, hingga penyediaan kebutuhan kapal.

“Kalau dari segi ekonomi pasti sangat besar. Kalau ada pelabuhan di situ pasti bongkar muat barang di situ, ada kapal-kapal yang parkir di situ untuk mengisi logistik, air dan BBM. Selain itu juga bisa dilaksanakan untuk pelabuhan umum,” katanya.

Rudy Mas’ud juga menilai pemindahan atau pengembangan pelabuhan tidak hanya soal jarak, tetapi juga berkaitan dengan upaya menekan biaya dan mempercepat pergerakan barang. Ia juga menyebut penataan kawasan pesisir dapat membuka wajah baru yang lebih indah dan fungsional. 

Agus mengatakan, Dishub PPU pada prinsipnya akan mendukung arahan pimpinan sepanjang rencana tersebut masuk dalam kajian teknis dan sesuai kewenangan. Dishub akan mengambil peran dalam menyiapkan dukungan analisis transportasi dan kebutuhan konektivitas.

“Kalau kita di Dishub, apa pun yang disampaikan pimpinan kita akan mencoba membackup itu,” ujarnya.

Menurut Agus, salah satu daya tarik utama kawasan Nenang adalah jaraknya yang relatif dekat dengan Balikpapan. Kedekatan itu membuat kawasan tersebut berpotensi menjadi titik penghubung baru antara PPU dan Balikpapan, khususnya untuk aktivitas ekonomi dan logistik.

“Pak Gubernur bilang bahwa pelabuhan itu nanti konsepnya agar lebih dekat dengan Balikpapan, kalau secara jarak memang dekat di situ,” kata Agus.

Potensi tersebut juga berkaitan dengan posisi PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Jika simpul logistik di kawasan pesisir dapat dikembangkan, maka pergerakan barang, layanan kapal, dan aktivitas ekonomi pendukung bisa tumbuh di sekitar kawasan tersebut.

Agus menyebut, peruntukan pelabuhan alternatif di Nenang sejauh ini lebih diarahkan pada kepentingan ekonomi dan pariwisata. Ekonomi yang dimaksud tidak hanya bongkar muat, tetapi juga layanan penunjang kapal dan aktivitas yang dapat memberi nilai tambah bagi daerah.

“Peruntukannya sebenarnya lebih ditarget untuk ekonomi dan pariwisata, artinya ekonomi termasuk logistik, kemudian penyediaan yang sifatnya menguntungkan. Maka nantinya jalan coastal road itu akan difungsikan,” jelasnya.

Keberadaan coastal road dinilai akan menjadi bagian penting dalam konsep pengembangan kawasan. Jalan tersebut dapat menghubungkan aktivitas pelabuhan dengan kawasan darat, sehingga pelabuhan tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan akses ekonomi dan pariwisata di sekitarnya.

[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version