Dailykaltim.co, Penajam – Musim selatan tidak selalu membuat hasil tangkapan nelayan menurun. Di sejumlah wilayah pesisir Penajam Paser Utara (PPU), nelayan justru masih dapat mengandalkan tangkapan udang dan kepiting ketika aktivitas menangkap ikan di perairan lebih jauh mulai terbatas.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Diskan PPU, Nani Adriana, mengatakan nelayan yang biasa memancing di atas dua mil memang cenderung menahan aktivitas saat angin selatan cukup kuat. Namun, nelayan masih bisa menangkap hasil laut di wilayah yang lebih dekat.
“Nah, yang tidak bisa mereka lakukan pada saat mancing di atas 2 mil itu. Tapi mereka masih bisa menangkap ikan di bawah 2 mil,” ujar Nani.
Menurutnya, wilayah tangkap di bawah dua mil masih menjadi pilihan bagi nelayan pesisir. Di area tersebut, nelayan biasanya menangkap udang dan kepiting sebagai sumber penghasilan selama musim selatan.
Kondisi ini membuat aktivitas nelayan tetap berjalan, meski jenis tangkapannya menyesuaikan keadaan cuaca dan lokasi tangkap.
Untuk nelayan udang di wilayah pesisir, pembatasan aktivitas lebih banyak terjadi pada jalur yang lebih jauh. Sementara di area dekat pesisir, mereka masih dapat melaut dengan memperhatikan kondisi angin dan gelombang.
“Untuk nelayan udang di pesisir Tanjung, mereka cuma tidak menangkap ke daerah yang sampai 2 mil ke atas itu,” katanya.
Nani menyebut, nelayan pencari udang justru memiliki pengalaman berbeda saat angin kencang. Di beberapa lokasi pesisir, udang disebut lebih banyak muncul ketika kondisi angin selatan sedang terasa.
“Kadang mereka yang lebih tahu, kayak pencari udang, ya. Mereka bilang justru pada saat angin kencang, khususnya untuk daerah pesisir, ya, yang dekat-dekat mereka itu udangnya banyak,” jelasnya.
Selain udang, kepiting juga menjadi salah satu hasil tangkapan yang cukup dominan pada musim tersebut. Kedua komoditas ini menjadi alternatif ketika nelayan tidak memungkinkan mencari ikan di wilayah yang lebih jauh.
“Hasil tangkapan udangnya lumayan mereka. Udang dan kepiting itu yang paling banyak pada saat musim selatan seperti ini,” ujarnya.
Menurut Nani, pola tangkap seperti ini menunjukkan kemampuan nelayan dalam beradaptasi. Mereka tidak hanya menunggu cuaca benar-benar membaik, tetapi menyesuaikan jenis tangkapan dengan kondisi laut.
Diskan PPU menilai, adaptasi nelayan penting dalam menjaga aktivitas ekonomi pesisir. Selama dilakukan dengan memperhatikan keselamatan, nelayan masih dapat memperoleh hasil dari komoditas yang tersedia di sekitar wilayah tangkap dekat.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

