Dailykaltim.co, Penajam – Rencana revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Penajam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mendapat peluang untuk direalisasikan pada 2027. Pemerintah daerah mengusulkan anggaran sekitar Rp21 miliar untuk penataan fasilitas penyeberangan tersebut.

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan gambaran mengenai peluang revitalisasi itu diperoleh setelah Pemkab PPU berkonsultasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur.

“Kalau dari konsultasi kami dengan Dinas Perhubungan Provinsi, alhamdulillah ada sedikit gambaran, ada sedikit peluang kalau jembatan kita itu insyaallah 2027 akan diperbaiki,” kata Waris.

Rencana revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Penajam sejatinya telah bergulir sebelumnya. Dinas Perhubungan PPU menyebut revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Penajam belum dapat dilaksanakan pada 2026 karena keterbatasan fiskal pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pelaksanaannya saat itu diarahkan pada 2027.

Dalam pemberitaan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan PPU Alimuddin menyebut rencana revitalisasi sebenarnya telah dipersiapkan sejak 2025. Namun, kondisi keuangan membuat pekerjaan belum dapat dilaksanakan pada 2026.

Kebutuhan revitalisasi dermaga penyeberangan PPU juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pelaksanaannya tetap bergantung pada kemampuan fiskal dan ketersediaan anggaran.

Di tengah penantian revitalisasi secara menyeluruh, Waris menyebut ada peluang dukungan sekitar Rp400 juta melalui APBD Perubahan 2026. Anggaran tersebut diarahkan untuk menangani bagian pelabuhan yang paling mendesak.

“Akan tetapi mungkin kalau untuk 2026 ini di APBD perubahan dia membantu anggaran kurang lebih Rp400 juta,” ujarnya.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah tangga yang setiap hari digunakan penumpang untuk naik dan turun.

“Karena yang paling krusial di situ kita lihat keseharian kita menyeberang, penumpang itu turun naik melalui jembatan yang tangganya rusak. Jadi mudah-mudahan yang Rp400 juta itu kita maksimalkan dulu,” katanya.

Waris menegaskan anggaran sekitar Rp400 juta tersebut bersifat untuk perbaikan sementara, bukan revitalisasi secara keseluruhan. Selain tangga, terdapat bagian struktur di ujung pelabuhan yang disebut sudah keropos.

“Untuk Rp400 juta itu perbaikan sementara. Kayak tangga, ada dua di situ. Terus yang ujung ada yang tiangnya keropos itu yang diganti,” jelasnya.

Sementara untuk revitalisasi secara menyeluruh, Pemkab PPU mengusulkan kebutuhan anggaran sekitar Rp21 miliar.

“Tapi untuk total anggarannya yang kita usulkan itu sekitar Rp21 miliar untuk revitalisasi total,” ujar Waris.

Berdasarkan desain yang diperlihatkan kepada pemerintah daerah, pembangunan fasilitas baru ternyata tidak dilakukan tepat pada posisi jembatan eksisting. Bangunan baru direncanakan bergeser ke area antara pelabuhan feri dan jembatan speedboat.

“Jadi itu jembatan ternyata kalau di gambarnya, yang sekarang ini tidak tersentuh. Jadi bangunannya bergeser ke sebelah antara pelabuhan feri dengan yang ada. Saya juga baru tahu karena disampaikan, terus ada gambar dikasih,” tuturnya.

Area parkir speedboat juga direncanakan diperluas. Sementara jembatan yang saat ini digunakan tidak tersentuh pembangunan fasilitas baru.

“Jembatan eksisting itu nanti kita mungkin bikin UMKM. Yang mau dibangun ini samping kanan, antara feri dengan jembatan speed. Tempat parkir speed itu nanti diperlebar. Nah, itu nanti tidak tersentuh ke jembatan yang sekarang,” jelasnya.

Dari sisi kesiapan lahan, Waris menyebut pembebasan telah diselesaikan dan tanah yang diperlukan sudah memiliki sertifikat. Koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT ASDP Indonesia Ferry juga disebut telah dilakukan.

“Semuanya tanah sudah ada sertifikatnya. Pembebasan lahannya sudah, terus itu sudah sertifikat. Izin dari KSOP dengan ASDP itu sudah sepakat. Jadi tinggal dieksekusi, tinggal menunggu anggaran,” katanya.

Selain revitalisasi fasilitas penyeberangan tersebut, Pemkab PPU sebelumnya juga memiliki rencana penataan kawasan pelabuhan yang lebih luas. Dari berita yang beredar, Pemkab PPU memperkirakan kebutuhan sekitar Rp200 miliar untuk menata kawasan pelabuhan speedboat dan kapal klotok sebagai salah satu pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rencana penataan kawasan tersebut memiliki cakupan lebih luas dan berbeda dengan usulan sekitar Rp21 miliar yang disampaikan Waris untuk revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Penajam.

Pemkab PPU juga mulai memikirkan pemanfaatan jembatan eksisting apabila fasilitas baru nantinya telah selesai dibangun. Salah satu gagasannya adalah menata kawasan tersebut sebagai ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Rencana untuk yang UMKM jangka panjang. Artinya kalau ini sudah selesai, mungkin kita tata di situ untuk UMKM, semua digabung di situ,” pungkas Waris.

[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version