Dailykaltim.co, Penajam – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kelurahan Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), memasuki tahapan lanjutan. Pemerintah daerah memperkirakan proses lelang dapat berlangsung pada Oktober-November 2026 setelah berbagai persyaratan pembangunan dinilai telah terpenuhi.

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan PPU menjadi salah satu daerah di Kalimantan Timur yang mendapat peluang pembangunan Sekolah Rakyat pada tahun ini.

“Kalau Sekolah Rakyat insyaallah bulan Oktober-November dilelang dan itu sudah dianggap lengkap. Kalimantan Timur hanya dua, Bontang sama PPU, yang dilelang tahun ini,” kata Waris.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Lawe-Lawe memang terus dipercepat. Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU pada 5 Agustus 2026 mencatat Pemkab PPU mengusulkan Sekolah Rakyat permanen tahap III di atas lahan seluas 6,75 hektare. 

Sebagian besar persyaratan dasar saat itu disebut telah terpenuhi, sementara dokumen pendukung dan perencanaan teknis terus diselesaikan. Waris menyebut kebutuhan anggaran pembangunan yang diterimanya berada di kisaran Rp280 miliar.

“Kalau anggarannya itu kemarin kalau enggak salahnya Rp280 miliar. Semua fasilitas, asrama, olahraga ada. Lapangan bola dan lapangan futsal juga ada,” ujarnya.

Nilai tersebut disampaikan Waris berdasarkan informasi yang diterimanya sehingga belum merupakan rincian kontrak hasil lelang.

Sekolah Rakyat akan dibangun dengan konsep pendidikan berasrama dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Selain ruang pendidikan dan asrama, fasilitas olahraga juga masuk dalam rencana kawasan.

Menurut Waris, konstruksi nantinya ditargetkan selesai dalam waktu relatif singkat setelah pekerjaan dimulai.

“Dengan anggaran Rp280 miliar dalam waktu kurang lebih enam atau delapan bulan pembangunannya. Pokoknya enggak boleh lebih daripada delapan bulan atau enam bulan,” katanya.

Dari sisi kesiapan lahan, Waris memastikan tidak ada persoalan berarti di lokasi yang telah dipilih di Lawe-Lawe.

“Kalau lahannya sendiri di Lawe-Lawe, insyaallah tidak ada masalah dengan luasan 6,7 hektare,” jelasnya.

Data pemerintah pusat terbaru mencatat luas usulan lebih presisi sekitar 6,75 hektare. Sebelumnya Pemkab PPU juga telah menyiapkan akses jalan, air dan listrik sebagai bagian dari persyaratan pembangunan.

Waris mengatakan pendataan siswa belum dilakukan secara final karena pemerintah masih menunggu pembangunan fasilitas permanen.

“Kalau data siswa sementara belum, menunggu pembangunan selesai mungkin baru bisa. Karena kalau pertamanya itu memang kita disuruh data. Kedua dijadikan tempat untuk siswa minimal 150 untuk tinggal di situ,” ujarnya.

Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang secara ekonomi membutuhkan dukungan pemerintah.

“Artinya memang perekrutan siswanya itu semua yang dianggap kurang mampu atau masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Waris.

Program Sekolah Rakyat memang dirancang pemerintah pusat untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurut Waris, fasilitas di kawasan Lawe-Lawe nantinya diproyeksikan mendukung pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Anak-anak itu rencananya disekolahkan mulai dari SD sampai SMA. Karena semua fasilitasnya itu betul-betul lengkap semuanya,” pungkasnya.

[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

 

Exit mobile version