Dailykaltim.co, Paser – Ratusan mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur mulai diterjunkan ke berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Paser melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi 2026. Sebanyak 460 mahasiswa dijadwalkan menjalankan pengabdian selama sekitar 40 hari di 48 desa dan kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan.
Program yang mengusung tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDGs” itu menjadi kolaborasi pertama yang melibatkan sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur dalam satu skema KKN terpadu. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan desa melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Penerjunan mahasiswa diawali dengan kegiatan penyambutan peserta di Gedung Awamangkuruku, Senin, 13 Juli 2026. Program tersebut merupakan hasil kerja sama Universitas Mulawarman dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Paser.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Paser, Romif Erwinadi, menilai keberadaan mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan desa. Menurut dia, Kabupaten Paser memiliki potensi yang cukup besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, budaya, hingga ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Visi pembangunan Kabupaten Paser yaitu Paser TUNTAS yang berarti tangguh, unggul, transformatif, adil, dan sejahtera hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan kerja sama yang kuat,” ujarnya.
Romif meminta peserta KKN menjaga etika, menghormati budaya lokal, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat selama menjalankan program pengabdian.
“Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari manfaat yang ditinggalkan serta hubungan baik yang terjalin secara berkelanjutan,” tegasnya.
Wakil Rektor Universitas Mulawarman, Irman Irawan, mengatakan KKN Kolaborasi 2026 menjadi pelaksanaan perdana yang mempertemukan sembilan perguruan tinggi dalam satu program bersama. Menurut dia, kegiatan tersebut dirancang untuk menyelaraskan pengembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Tahun ini kami menyediakan 28 tema program dan tiga program unggulan di setiap desa. Secara keseluruhan, sekitar 3.000 mahasiswa akan ditempatkan di 377 lokasi KKN di seluruh Kalimantan Timur,” jelasnya.
Ia berharap mahasiswa dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat pengabdian dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa selama pelaksanaan program berlangsung.

