Dailykaltim.co – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menggunakan aplikasi Reviu Menu MBG atau Organoleptik untuk memantau kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Sistem ini dipakai untuk menilai kualitas makanan yang diterima peserta program secara langsung dari sekolah dan posyandu.
Aplikasi tersebut melibatkan guru yang ditunjuk sekolah serta kepala posyandu sebagai penanggung jawab penilaian di lapangan. Mereka diminta mengisi laporan setelah makanan diterima penerima manfaat.
Beberapa indikator yang dinilai meliputi ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, rasa, hingga variasi menu yang disajikan. Seluruh laporan kemudian terhubung dengan dashboard pemantauan nasional milik BGN untuk memudahkan pengawasan program.
Berdasarkan data dashboard per Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan masuk dari berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan menyatakan makanan layak dikonsumsi, sementara dua laporan menyebut makanan tidak layak.
Distribusi makanan juga didominasi pengiriman tepat waktu. Sebanyak 1.672 laporan mencatat makanan diterima sesuai jadwal atau lebih cepat, sedangkan 35 laporan lainnya melaporkan keterlambatan distribusi.
Pada aspek kualitas makanan, sebanyak 1.702 laporan menyebut aroma makanan masih layak. Dari sisi tampilan, sebanyak 1.697 laporan menilai makanan sesuai standar. Sementara pada aspek rasa, sebanyak 1.688 laporan menyatakan makanan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan aplikasi tersebut dikembangkan untuk memperkuat pengawasan kualitas Program Makan Bergizi Gratis dengan melibatkan langsung penerima manfaat di lapangan.
“Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” ujar Sony.
Menurut dia, keterlibatan pihak sekolah dan posyandu diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih cepat apabila ditemukan persoalan distribusi maupun kualitas makanan selama program berlangsung.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program pemerintah yang mulai dijalankan di berbagai daerah dengan sasaran pelajar dan kelompok rentan. Dalam pelaksanaannya, kualitas makanan serta ketepatan distribusi menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan standar gizi dan keamanan konsumsi penerima manfaat.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
