Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus berupa Pelatihan Psychological First Aid (PFA) di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Senin (25/5/2026).
Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas petugas layanan dalam memberikan dukungan awal kepada korban kekerasan, bencana, maupun situasi krisis lainnya.
Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun layanan perlindungan yang lebih responsif.
Sebab, penanganan korban tidak cukup hanya dilakukan melalui prosedur administratif, tetapi juga membutuhkan kemampuan memahami kondisi psikologis korban sejak awal.
“Saat ini kita menyadari bahwa berbagai persoalan sosial, bencana, kekerasan terhadap perempuan dan anak, maupun kondisi krisis lainnya dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi individu maupun keluarga,” ujar Jansje dalam sambutannya.
Menurutnya, situasi krisis kerap membuat korban atau penyintas berada dalam kondisi tidak stabil secara emosional. Karena itu, petugas layanan perlu memahami bagaimana memberikan dukungan awal yang aman, tenang, dan tidak menambah tekanan bagi korban.
“Dalam situasi tersebut, kemampuan memberikan dukungan psikologis awal menjadi sangat penting agar korban atau penyintas memperoleh rasa aman, tenang, dan dukungan emosional yang tepat,” katanya.
Jansje menjelaskan, PFA merupakan pendekatan pertolongan pertama psikologis bagi individu yang mengalami tekanan akibat krisis. Pendekatan ini tidak menggantikan layanan psikologis lanjutan, tetapi menjadi respons awal agar korban tidak merasa sendirian dan dapat diarahkan menuju layanan yang sesuai.
“Psychological First Aid atau PFA merupakan salah satu pendekatan pertolongan pertama psikologis yang bertujuan membantu individu menghadapi kondisi krisis dengan lebih baik,” jelasnya.
Pelatihan ini juga menjadi penting karena kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan penanganan lintas sektor. Petugas yang pertama kali bertemu korban harus memiliki kepekaan, kemampuan komunikasi, dan pemahaman dasar agar tidak salah mengambil langkah.
Melalui pelatihan tersebut, DP3AP2KB PPU berharap penanganan korban di tingkat daerah dapat semakin kuat. Tidak hanya dari sisi hukum atau pendampingan administratif, tetapi juga dari sisi dukungan emosional dan psikososial sejak awal kasus ditangani.
Jansje berharap peserta mengikuti kegiatan dengan serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan. Dengan begitu, korban kekerasan, bencana, maupun situasi krisis lainnya dapat memperoleh respons yang lebih manusiawi dan aman.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan layanan yang lebih responsif, humanis, dan berperspektif perlindungan,” pungkasnya.
[PRD | ADV DP3AP2KB PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

