Dailykaltim.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer, termasuk kemunculan Siklon Tropis Jangmi di sekitar Laut Filipina yang berdampak pada peningkatan peluang hujan di kawasan Indonesia timur.
BMKG memprakirakan cuaca pada periode 29 hingga 31 Mei 2026 didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di berbagai wilayah. Selain itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua Barat Daya.
Sementara pada periode 1 hingga 4 Juni 2026, hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Papua Pegunungan dengan status peringatan dini siaga. Potensi angin kencang juga diprakirakan melanda Aceh, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
Prakirawan BMKG Dendy Rona Purnama mengatakan sebagian wilayah Indonesia masih berada pada masa peralihan musim meskipun sekitar 20,1 persen wilayah telah memasuki musim kemarau.
“Pada periode 25 hingga 27 Mei 2026 masih tercatat hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah, terutama Indonesia bagian utara,” ujarnya dalam InfoBMKG, Jumat, 29 Mei 2026.
Berdasarkan data observasi BMKG, curah hujan tertinggi dalam beberapa hari terakhir tercatat di Maluku sebesar 91,5 milimeter. Angka itu disusul Maluku Utara 78,8 milimeter, Kalimantan Barat 71 milimeter, Sulawesi Selatan 68 milimeter, dan Sulawesi Utara 62 milimeter.
BMKG menjelaskan sejumlah fenomena atmosfer masih memengaruhi kondisi cuaca nasional. Selain Siklon Tropis Jangmi yang berada di sekitar Laut Filipina atau sebelah utara Papua, aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial juga masih aktif bergerak ke arah barat dan mendukung pertumbuhan awan hujan di Sumatra bagian utara serta Kalimantan bagian utara.
Siklon Jangmi turut memicu terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi dan daerah pertemuan angin atau konfluensi yang memanjang dari Samudra Pasifik utara Maluku Utara hingga wilayah utara Papua.
Di saat bersamaan, BMKG mendeteksi potensi pembentukan sirkulasi siklonik di sekitar Laut Cina Selatan yang dapat membentuk daerah konvergensi dan konfluensi hingga Kepulauan Natuna. Kondisi tersebut dinilai mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia bagian utara.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gelombang tinggi yang dapat dipicu cuaca ekstrem.
Masyarakat juga diminta memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi InfoBMKG dan media sosial resmi lembaga tersebut.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

