Dailykaltim.co – Indonesia akan menjadi tuan rumah kompetisi keamanan siber internasional Country to Country Capture The Flag (C2C-CTF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada 10–14 Agustus 2026. Ajang tersebut akan mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan talenta keamanan siber dari berbagai negara untuk menguji kemampuan teknis sekaligus bertukar pengetahuan terkait ancaman digital global.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai penyelenggaraan kompetisi tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas keamanan siber di tengah meningkatnya ancaman digital yang berkembang lintas negara.
“Dengan ketegangan dunia seperti ini, serangannya juga semakin bertambah. Ketika negara-negara tidak bersatu di dunia ini, tantangannya menjadi lebih berat lagi karena serangan siber terus berkembang dan lintas negara,” ujar Meutya saat menerima audiensi Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kemas Ridwan Kurniawan di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (22/07/2026).
Menurut Meutya, Indonesia memiliki tantangan besar dalam menjaga keamanan ruang digital karena jumlah pengguna internet yang terus meningkat. Saat ini lebih dari 220 juta masyarakat Indonesia terhubung dalam ekosistem digital yang membutuhkan perlindungan melalui penguatan teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia.
“Indonesia sebagai pengguna digital salah satu terbesar di dunia tidak hanya membutuhkan kemampuan sistem keamanan, tetapi juga talenta yang mampu menghadapi tantangan keamanan siber global,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ketahanan siber nasional. Karena itu, kompetisi seperti C2C-CTF dinilai dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperluas kolaborasi internasional di bidang keamanan siber.
Kompetisi C2C-CTF 2026 akan diikuti 81 peserta dari 13 negara, yakni Indonesia, Jepang, Australia, Hong Kong, Singapura, Bangladesh, Kamboja, Inggris, Kazakhstan, Laos, Filipina, Spanyol, dan Amerika Serikat.
Sejumlah perguruan tinggi ternama dunia turut ambil bagian dalam ajang tersebut, di antaranya University of Cambridge, Keio University Jepang, Royal Holloway University of London, Edith Cowan University Australia, The University of Melbourne, Cambodia Academy of Digital Technology, National University of Laos, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia.
Universitas Indonesia menjadi penyelenggara utama C2C-CTF 2026 dengan menggandeng Universitas Udayana sebagai mitra pelaksana di Bali. Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah dinilai menjadi capaian penting mengingat kompetisi ini sebelumnya pernah digelar di sejumlah kampus ternama dunia, seperti Royal Holloway University of London, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Keio University Jepang, Edith Cowan University Australia, hingga Northeastern University di Boston.
C2C-CTF merupakan bagian dari pengembangan Cyber Security Center of Excellence yang dibangun melalui kerja sama hibah Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Program tersebut telah berjalan selama enam tahun dengan Universitas Indonesia sebagai pelaksana dan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai mitra pemerintah.
Meutya menilai kepercayaan internasional yang diberikan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah kompetisi tersebut mencerminkan meningkatnya kapasitas nasional di bidang keamanan siber. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas teknologi dalam menghadapi ancaman digital yang terus berkembang.
“Kompetisi internasional seperti ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan dan talenta yang dapat bersaing di tingkat global. Tantangan keamanan siber tidak bisa diselesaikan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama lintas negara,” pungkasnya.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

