Dailykaltim.co, Penajam – Ekowisata Mangrove Kampung Baru di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam pesisir. Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, kawasan ini menghadirkan hamparan hutan mangrove yang masih terjaga dengan suasana tenang dan asri.

Saat memasuki kawasan wisata, pengunjung akan disambut suara tonggeret yang bersahutan dari balik rimbunnya pepohonan mangrove. Embusan angin yang melewati dedaunan serta suara gelombang yang menyentuh akar-akar mangrove menciptakan suasana alami yang menjadi daya tarik tersendiri.

Jalur kayu ulin yang membelah kawasan hutan mangrove membawa pengunjung menyusuri lorong hijau yang teduh. Pepohonan mangrove tumbuh rapat di sepanjang jalur, membentuk kanopi alami yang membuat suasana terasa sejuk meski berada di kawasan pesisir.

Di beberapa titik, pengunjung kerap memanfaatkan dek kayu untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan sekitar. Sebagian memilih mengabadikan suasana dengan kamera ponsel, sementara lainnya menikmati ketenangan yang ditawarkan kawasan tersebut.

Berbeda dengan destinasi wisata yang mengandalkan wahana modern, Ekowisata Mangrove Kampung Baru mengandalkan kekayaan alam sebagai daya tarik utama. Suara serangga, gesekan dedaunan, serta debur ombak menjadi bagian dari pengalaman yang sulit ditemukan di kawasan perkotaan.

Kawasan ini juga memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir. Hutan mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari ancaman abrasi sekaligus menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna.

Revitalisasi kawasan wisata ini dilakukan untuk mendukung pengembangan wisata berbasis konservasi dan edukasi lingkungan. Peresmian revitalisasi Ekowisata Mangrove Kampung Baru dilakukan pada 14 Desember 2024 sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan kawasan mangrove sekaligus meningkatkan potensi wisata daerah.

Selain berfungsi menjaga kawasan pesisir, mangrove juga dikenal memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Keberadaan kawasan ini turut mendukung program rehabilitasi mangrove yang terus dikembangkan di berbagai daerah.

Di balik rimbunnya vegetasi, pengunjung masih dapat menjumpai berbagai satwa yang hidup di kawasan tersebut. Monyet ekor panjang sesekali terlihat berpindah di antara cabang-cabang pohon, sementara sejumlah jenis burung pantai memanfaatkan kawasan ini sebagai habitat. Di area perairan, kepiting bakau dan berbagai biota pesisir juga berkembang di antara akar-akar mangrove.

Keberadaan satwa dan ekosistem yang masih terjaga menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai lokasi wisata, tetapi juga sarana edukasi mengenai pentingnya pelestarian lingkungan pesisir.

Pengelolaan kawasan ke depan juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budidaya kepiting bakau dan ikan yang melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Konsep tersebut diharapkan mampu menggabungkan aspek konservasi dengan peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Bagi banyak pengunjung, daya tarik utama Ekowisata Mangrove Kampung Baru bukan terletak pada fasilitas modern, melainkan suasana tenang yang ditawarkan. Hamparan hutan mangrove, suara alam, dan pemandangan pesisir menjadikan kawasan ini sebagai alternatif destinasi bagi mereka yang ingin sejenak melepas diri dari rutinitas sehari-hari.

Di tengah perkembangan kawasan Penajam Paser Utara yang semakin pesat, Ekowisata Mangrove Kampung Baru menjadi salah satu ruang terbuka yang menawarkan pengalaman menikmati alam sekaligus memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir bagi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

[UHD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version