Dailykaltim.co, Kutim – Puskesmas Teluk Lingga mulai menerapkan sistem pelayanan kesehatan berbasis klaster sebagai bagian dari transformasi layanan primer. Melalui sistem ini, pelayanan tidak lagi sepenuhnya dibagi berdasarkan poli, melainkan disesuaikan dengan kelompok usia dan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Kepala BLUD Puskesmas Teluk Lingga, drg Sri Endrayati, mengatakan penerapan sistem tersebut telah berjalan sejak 2024 sebagai bagian dari Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mengacu pada pedoman Kementerian Kesehatan.

“Sejak 2024, pelayanan kami bukan lagi poli-poli, tetapi sudah berbasis klaster sesuai pedoman dari Kementerian Kesehatan,” jelasnya, Selasa (21/7/2026).

Dalam penerapannya, layanan kesehatan dibagi ke dalam lima klaster. Klaster pertama menangani aspek manajemen. Klaster kedua melayani kesehatan ibu, anak, dan remaja hingga usia 18 tahun. Klaster ketiga difokuskan untuk pelayanan kesehatan usia dewasa hingga lanjut usia.

Sementara itu, klaster keempat menangani penanggulangan penyakit menular dan kesehatan lingkungan. Adapun klaster kelima mencakup layanan pendukung seperti Unit Gawat Darurat (UGD), pelayanan kesehatan gigi, laboratorium, dan apotek.

“Misalnya usia 30 tahun, berarti masuk Klaster 3, yaitu dewasa dan lansia,” terangnya.

Menurut Sri, sistem klaster tidak hanya mengubah struktur pelayanan, tetapi juga mengubah pendekatan penanganan pasien. Melalui sistem ini, pelayanan kesehatan dirancang lebih terintegrasi sehingga pasien dapat memperoleh pemeriksaan yang sesuai dengan kelompok usia, faktor risiko, dan kondisi kesehatannya.

Pendekatan tersebut juga mendorong deteksi dini berbagai penyakit melalui proses skrining yang dilakukan sebelum pasien mendapatkan layanan medis.

“Sekarang sebelum ditangani, screening dulu. Tujuannya untuk mendeteksi penyakit lebih dini,” ujarnya.

Perubahan juga terjadi pada alur pelayanan. Pasien yang datang ke Puskesmas tidak langsung menuju dokter berdasarkan keluhan yang dirasakan, melainkan menjalani proses pendaftaran dan skrining terlebih dahulu untuk menentukan layanan yang dibutuhkan.

Bidan Robiah Al Adawiah yang bertugas di bagian pendaftaran dan skrining menjelaskan proses tersebut membantu petugas kesehatan mengidentifikasi kondisi kesehatan pasien secara lebih menyeluruh.

“Pasien datang itu tidak langsung ke dokter. Diawali dengan skrining terlebih dahulu,” jelas Robiah.

Melalui mekanisme tersebut, pasien dapat diarahkan ke layanan yang sesuai, sekaligus memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi faktor risiko yang mungkin tidak muncul sebagai keluhan utama.

Penerapan layanan berbasis klaster juga didukung penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) yang mulai diterapkan Puskesmas Teluk Lingga sejak akhir 2023. Sistem digital tersebut membantu pencatatan riwayat kesehatan pasien agar pelayanan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

Puskesmas Teluk Lingga menilai pendekatan berbasis klaster dapat memperkuat fungsi fasilitas kesehatan tingkat pertama, tidak hanya dalam aspek pengobatan, tetapi juga pencegahan dan deteksi dini penyakit.

Dengan sistem tersebut, pelayanan kesehatan diharapkan menjadi lebih terarah, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan setiap kelompok masyarakat sesuai kondisi dan tahapan usianya.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version