Dailykaltim.co, Penajam – Peran perempuan dalam struktur pemerintahan dan organisasi politik di Penajam Paser Utara (PPU) dinilai masih belum optimal. Salah satu tantangan yang masih terasa adalah kuatnya budaya patriarki di tengah masyarakat, yang kerap membuat ruang gerak perempuan belum sepenuhnya setara.

Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB PPU, Andi Jasmawati, mengatakan budaya patriarki masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi partisipasi perempuan dalam ruang publik. Kondisi ini membuat perempuan tidak selalu mendapat kesempatan yang sama untuk tampil, bersuara, dan mengambil peran dalam struktur pemerintahan maupun politik.

“Peran aktif perempuan dalam struktur pemerintahan dan organisasi politik masih perlu terus diperkuat, karena di masyarakat masih ada budaya patriarki yang memengaruhi ruang partisipasi perempuan,” ujar Andi.

Menurut Andi, budaya patriarki tidak selalu tampak dalam bentuk larangan terbuka. Dalam banyak situasi, hal itu justru terlihat dari cara pandang yang masih menempatkan laki-laki sebagai pihak yang lebih layak memimpin atau mengambil keputusan.

Pandangan semacam itu, kata dia, perlu terus diubah melalui edukasi dan kampanye sosial yang berkelanjutan. Sebab, perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk berkontribusi dalam pemerintahan, organisasi, maupun ruang politik.

“Kesetaraan gender perlu terus diedukasikan agar masyarakat memahami bahwa perempuan juga memiliki hak, kapasitas, dan kesempatan yang sama untuk berperan dalam pembangunan,” katanya.

Andi menilai, perubahan norma sosial menjadi bagian penting dalam mendorong partisipasi perempuan. Masyarakat perlu melihat perempuan bukan hanya dalam peran domestik, tetapi juga sebagai bagian dari penggerak pembangunan daerah.

DP3AP2KB PPU, lanjutnya, terus mendorong penguatan pemahaman mengenai kesetaraan gender. Upaya itu dilakukan agar perempuan semakin mendapat ruang dalam berbagai sektor, termasuk pemerintahan, organisasi sosial, ekonomi, dan politik.

“Upaya yang perlu dilakukan adalah memperkuat edukasi kesetaraan gender, kampanye perubahan norma sosial, serta membuka ruang partisipasi perempuan dalam berbagai sektor,” pungkasnya.

[PRD | ADV DP3AP2KB PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version