Dailykaltim.co, Penajam – Cakupan BBM bersubsidi bagi nelayan di Penajam Paser Utara (PPU) masih terbatas. Dari sekitar 2.300 kapal nelayan yang tercatat, baru sekitar 500-an kapal yang memperoleh layanan subsidi BBM nelayan.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan jumlah nelayan dan kapal di PPU cukup besar. Kondisi itu membuat kuota BBM bersubsidi yang tersedia saat ini belum mencukupi seluruh kebutuhan.

“Memang kuotanya masih kurang, sementara jumlah kapal kita itu hampir 2.300-an, dengan jumlah nelayan yang kita kurang lebih sekitar 2.800 ini masih kurang,” ujar Andi.

Menurut Andi, keterbatasan kuota membuat pemerintah daerah perlu terus mengusulkan penambahan. Tanpa tambahan kuota, masih banyak nelayan yang belum bisa terlayani secara optimal.

Saat ini, sebagian nelayan yang sudah mendapatkan rekomendasi BBM bersubsidi berada di wilayah Penajam. Mereka telah memperoleh akses subsidi melalui mekanisme rekomendasi yang diterbitkan pemerintah.

“Kalau yang di Penajam ada 101 nelayan yang sudah dapat rekom BBM Bersubsidi dan mereka sudah mendapatkan subsidi BBM nelayan,” katanya.

Selain Penajam, nelayan di wilayah Api-Api juga telah memperoleh layanan BBM bersubsidi. Jika digabungkan, jumlah kapal yang sudah terlayani baru mencapai sekitar 500-an.

“Kalau semuanya sudah 490 nelayan daerah Api-Api dan 101 di Penajam. Total 500-an kapal yang kita berikan subsidi BBM,” jelasnya.

Namun, jumlah tersebut masih jauh dari total armada nelayan yang ada di PPU. Dengan sekitar 2.300 kapal, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan besar untuk memperluas cakupan layanan.

“Namun kita masih memiliki kapal kurang lebih sekitar 2.300. Artinya masih banyak, ya, yang perlu kita tambahkan,” ujar Andi.

Diskan PPU menilai, keterbatasan cakupan ini harus menjadi dasar dalam pengusulan penambahan kuota BBM bersubsidi. Data jumlah kapal dan nelayan menjadi penting agar kebutuhan daerah dapat terlihat lebih jelas.

Andi mengatakan, pemerintah daerah tidak hanya ingin menambah kuota, tetapi juga memastikan distribusinya lebih merata. Tujuannya agar nelayan yang selama ini belum mendapat akses dapat ikut merasakan manfaat subsidi.

[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version