Dailykaltim.co, Bontang – Gerakan lingkungan Green Generation Indonesian BERAKSI 2026 digelar di area parkir kantor Dispopar Bontang, Jalan A. Yani, Kamis sore (1/1/2026). Aksi ini menjadi penanda pembuka tahun komitmen generasi hijau 2026 dengan melibatkan pemuda dan pelajar membersihkan ruang publik. Lebih dari sekadar kegiatan kebersihan, gerakan ini memuat misi besar: mendorong budaya baru yang menempatkan anak muda sebagai garda depan kepedulian ekologis dan perubahan sosial.
Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Setda, Anwar Sadat, hadir mewakili Wali Kota Bontang. Ia didampingi Kepala Bidang Pemuda Dispopar, Idamsyah, yang bertanggung jawab dalam pembinaan komunitas muda. Puluhan pelajar lintas sekolah dan komunitas kepemudaan memadati lokasi, membawa poster kampanye, alat kebersihan, serta bibit tanaman. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa isu lingkungan kini tumbuh sebagai gerakan kolektif yang digerakkan dari sekolah, komunitas, hingga ruang digital.
Dalam sambutannya, Anwar menyoroti tantangan kebersihan kota, terutama persoalan sampah yang masih membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Ia menegaskan bahwa perbaikan lingkungan tidak dapat bertumpu pada pemerintah semata, melainkan memerlukan peran publik, terutama dari generasi muda sebagai agen penggerak.
“Menjaga kebersihan dan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Pemuda harus menjadi pelopor dan teladan dalam mencintai lingkungan sekitar,” ujarnya.
Pesan ini menegaskan narasi besar gerakan 2026: pemuda bukan hanya peserta aksi, tetapi teladan sosial yang memulai perubahan dari perilaku personal, menginspirasi lingkungan sekitar, dan memperluas pengaruhnya melalui opini di ruang publik.
Anwar juga mendorong agar gerakan ini berlanjut menjadi kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, transformasi budaya bersih akan berdampak luas jika dimulai dari sekolah dan komunitas, lalu berkembang menjadi gaya hidup baru. Ia menilai bahwa kekuatan generasi hijau terletak pada keteladanan yang konsisten, partisipasi yang kolaboratif, serta kemampuan anak muda dalam membangun pengaruh di ruang digital untuk menggerakkan kesadaran lingkungan.
Sejalan dengan itu, Idamsyah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari desain besar pembangunan karakter pemuda. Ia menghubungkan isu lingkungan dengan pembentukan kepedulian sosial, disiplin, dan kesadaran ruang publik. Bagi pemerintah, Green Generation BERAKSI 2026 menjadi investasi jangka panjang untuk membina generasi yang kreatif, kolaboratif, dan bertanggung jawab pada keberlanjutan ekologis, sekaligus memperkuat peran pemuda dalam agenda kebersihan dan penghijauan.
Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon simbolis dan deklarasi keberlanjutan gerakan. Aksi ini mempertegas proyeksi 2026 sebagai tahun percepatan partisipasi pemuda dalam isu kebersihan dan keberlanjutan. Gerakan ini diharapkan memperluas keterlibatan anak muda dalam agenda kebersihan, penghijauan, serta kampanye ramah lingkungan, sekaligus menguatkan komunitas pemuda sebagai fondasi ketahanan ekologis di tingkat lokal dan inspirasi gerakan lingkungan berbasis generasi muda di Indonesia.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
