Laut selama berabad-abad menjadi ruang hidup bagi masyarakat Bajo. Namun, ikatan kuat itu kini dibayangi kekhawatiran tentang masa depan. Bahkan, sebagian nelayan mulai berharap anak-anak mereka tidak lagi menggantungkan hidup dari menangkap ikan.

Kegelisahan itu tergambar dalam film dokumenter pendek Salt in Their Veins karya Rita Hencke. Film tersebut merekam kehidupan masyarakat Bajo di Sulawesi Tenggara yang menghadapi perubahan besar akibat penangkapan ikan berlebih, pencemaran, hingga berkurangnya keanekaragaman hayati laut.

Salah seorang nelayan Bajo bernama Kundang mengaku tidak ingin anaknya menjalani kehidupan yang sama dengannya. Ia justru mendorong sang anak menempuh pendidikan dan mencari pekerjaan lain.

“Saya mengajari anak saya, jangan ikuti hidupku. Saya bilang padanya, mungkin kamu bisa bekerja di kantor. Mungkin jadi dokter, guru. Jangan jadi nelayan, hidup susah,” kata Kundang dalam dokumenter tersebut, sebagaimana dikutip Cita Tanah Mahardika.

Pernyataan itu memperlihatkan perubahan cara pandang di tengah masyarakat yang selama beberapa generasi sangat bergantung pada laut. Masyarakat Bajo sendiri dikenal sebagai keturunan pengembara laut yang secara tradisional menangkap ikan menggunakan peralatan sederhana, perahu kecil, hingga menyelam dengan menahan napas.

Namun, kehidupan nelayan kecil menjadi semakin sulit ketika sumber daya laut terus tertekan. Dokumenter tersebut juga memperlihatkan bagaimana sebagian nelayan akhirnya menggunakan metode penangkapan destruktif, termasuk sianida dan bahan peledak, demi memperoleh hasil tangkapan di tengah tekanan ekonomi. Cara itu justru berisiko semakin merusak terumbu karang yang menjadi habitat ikan.

Salt in Their Veins pada akhirnya tidak hanya merekam kehidupan masyarakat Bajo. Film ini memperlihatkan sebuah paradoks: masyarakat yang kehidupannya paling dekat dengan laut justru mulai meragukan apakah laut masih mampu menjamin kehidupan generasi berikutnya.

Tayangan lengkapnya dapat disaksikan melalui kanal YouTube yang memuat video tersebut.

Exit mobile version