Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM

Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan

29/08/2026 7:04 AM

Pemkab PPU Kawal Usulan Infrastruktur Sekolah hingga Layanan SLB

29/08/2026 4:55 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman
  • Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan
  • Pemkab PPU Kawal Usulan Infrastruktur Sekolah hingga Layanan SLB
  • Ingin Melesat di Kolam? Coba Latihan Hand Paddle
  • Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial
  • Sepan hingga Riko Jadi Catatan Karhutla Menonjol di PPU
  • Sebaran Karhutla 2026 Lebih Variatif, BPBD PPU Catat 63 Kejadian
  • Gunung Steleng dan Giripurwa Masuk Titik Rawan Kebakaran Lahan di PPU
  • Diskan PPU Usulkan Penambahan Kuota BBM Bersubsidi untuk Nelayan
  • BBM Bersubsidi Jadi Kebutuhan Krusial Nelayan PPU
  • Pemkab PPU Kawal Perbaikan Pelabuhan, Tiga Fasilitas Jadi Prioritas
  • Gen Z Mengubah Cara Belanja, Pengalaman Kini Lebih Penting daripada Kepemilikan
  • Prabowo Bertolak ke Jombang untuk Buka Muktamar ke-35 NU
  • BPBD Kaltim Catat 14.795 Hotspot Sepanjang Agustus, Berau Tertinggi
  • Bupati PPU Promosikan Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026
  • Brigade Karlabun Distan PPU Siaga Tangani Kebakaran Lahan
  • Hadapi Musim Selatan, Nelayan PPU Perbaiki Alat Tangkap hingga Kembangkan Bioflok
  • Indonesia Dorong ASEAN Perkuat Perlindungan Pekerja Migran Saat Krisis
  • KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Diduga Terima Rp3,25 Miliar
  • Pemkab PPU Dorong Kerja Sama dengan UNIBA Berlanjut Usai KKN
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Video

Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan

Daily Kaltim29/08/2026 7:04 AM995 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Laut selama berabad-abad menjadi ruang hidup bagi masyarakat Bajo. Namun, ikatan kuat itu kini dibayangi kekhawatiran tentang masa depan. Bahkan, sebagian nelayan mulai berharap anak-anak mereka tidak lagi menggantungkan hidup dari menangkap ikan.

Kegelisahan itu tergambar dalam film dokumenter pendek Salt in Their Veins karya Rita Hencke. Film tersebut merekam kehidupan masyarakat Bajo di Sulawesi Tenggara yang menghadapi perubahan besar akibat penangkapan ikan berlebih, pencemaran, hingga berkurangnya keanekaragaman hayati laut.

Salah seorang nelayan Bajo bernama Kundang mengaku tidak ingin anaknya menjalani kehidupan yang sama dengannya. Ia justru mendorong sang anak menempuh pendidikan dan mencari pekerjaan lain.

“Saya mengajari anak saya, jangan ikuti hidupku. Saya bilang padanya, mungkin kamu bisa bekerja di kantor. Mungkin jadi dokter, guru. Jangan jadi nelayan, hidup susah,” kata Kundang dalam dokumenter tersebut, sebagaimana dikutip Cita Tanah Mahardika.

Pernyataan itu memperlihatkan perubahan cara pandang di tengah masyarakat yang selama beberapa generasi sangat bergantung pada laut. Masyarakat Bajo sendiri dikenal sebagai keturunan pengembara laut yang secara tradisional menangkap ikan menggunakan peralatan sederhana, perahu kecil, hingga menyelam dengan menahan napas.

Namun, kehidupan nelayan kecil menjadi semakin sulit ketika sumber daya laut terus tertekan. Dokumenter tersebut juga memperlihatkan bagaimana sebagian nelayan akhirnya menggunakan metode penangkapan destruktif, termasuk sianida dan bahan peledak, demi memperoleh hasil tangkapan di tengah tekanan ekonomi. Cara itu justru berisiko semakin merusak terumbu karang yang menjadi habitat ikan.

Salt in Their Veins pada akhirnya tidak hanya merekam kehidupan masyarakat Bajo. Film ini memperlihatkan sebuah paradoks: masyarakat yang kehidupannya paling dekat dengan laut justru mulai meragukan apakah laut masih mampu menjamin kehidupan generasi berikutnya.

Tayangan lengkapnya dapat disaksikan melalui kanal YouTube yang memuat video tersebut.

Follow on Google News

Related Posts

Video

Berbekal KIP-Kuliah, Alumni Ini Pilih Pulang dan Bangun Ketahanan Pangan di Indonesia Timur

03/03/2026 10:04 AM
Video

Mahasiswa Turun Tangan di Tambangan: Restorasi Lahan Didorong, Ekonomi Lokal Dihidupkan

03/03/2026 9:52 AM
Rupa

Dulu Hampir Putus Sekolah, Kini Siap Kuliah Berkat KIP

14/07/2025 5:52 AM
Video

Kemenparekraf Gandeng Bali International Hospital Perkuat Layanan Wisata Kesehatan

14/07/2025 5:50 AM
Video

Prabowo dan Uni Eropa Sepakati Terobosan Dagang

14/07/2025 5:39 AM
Video

Langkah Prabowo di Paris Disambut Kehormatan Penuh, Hadiri Bastille Day sebagai Tamu Istimewa

14/07/2025 5:33 AM
Iklan
Demo
Trending

Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan

29/08/2026 7:04 AM

Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial

28/08/2026 12:13 PM

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM

Gen Z Mengubah Cara Belanja, Pengalaman Kini Lebih Penting daripada Kepemilikan

27/08/2026 2:33 PM

KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Diduga Terima Rp3,25 Miliar

27/08/2026 8:17 AM
Terbaru
Budaya

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

By Redaksi Daily Kaltim29/08/2026 7:49 AM

Dailykaltim.co – Pesta pernikahan di Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tidak berhenti setelah akad…

Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan

29/08/2026 7:04 AM

Pemkab PPU Kawal Usulan Infrastruktur Sekolah hingga Layanan SLB

29/08/2026 4:55 AM

Ingin Melesat di Kolam? Coba Latihan Hand Paddle

28/08/2026 12:17 PM

Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial

28/08/2026 12:13 PM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

UPT PPA PPU Bikin Penanganan Kasus Lebih Terarah, Korban Didampingi hingga Pengadilan

11/05/2026 7:52 AM

Sang Askarya, Panggung Seni yang Hidupkan Alun-Alun Penyembolum PPU

01/09/2025 4:40 AM

Diskominfo Kaltim Sosialisasikan Pergub 49/2024, Atur Kemitraan Media Secara Ketat

17/06/2025 4:17 PM
TERBARU

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM

Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan

29/08/2026 7:04 AM

Pemkab PPU Kawal Usulan Infrastruktur Sekolah hingga Layanan SLB

29/08/2026 4:55 AM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version