Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) melalui Bidang Perkebunan menyiagakan Brigade Kebakaran Lahan dan Kebun atau Karlabun untuk membantu penanganan kebakaran lahan di wilayah PPU. Tim tersebut bergerak sesuai kebutuhan di lapangan, terutama ketika penanganan memerlukan tambahan personel.
Kepala Bidang Perkebunan Distan PPU, Iswan Padda, mengatakan sejumlah kejadian kebakaran lahan telah ditangani lintas instansi. Berdasarkan catatannya, luasan lahan terdampak terbesar mencapai sekitar 10,6 hektare.
“Kurang lebih luas lahan yang terdampak itu sekitar 10,6 hektare kalau enggak salah. Itu yang paling tinggi,” ujar Iswan.
Ia menyebut, Brigade Karlabun Distan PPU beberapa kali turun menangani kejadian kebakaran lahan. Salah satu wilayah yang berulang ditangani adalah kawasan Gunung Steleng.
“Kalau kami khususnya Brigade Karlabun, paling yang sekitar Gunung Steleng sudah tiga kali, kemudian yang di Korpri kemarin,” katanya.
Namun, penanganan kebakaran lahan di PPU tidak hanya dilakukan oleh Brigade Karlabun. Untuk sejumlah kejadian lain, penanganan juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU.
“Kalau kejadian karhutla lain di Babulu, di Sepaku, maupun di Waru itu teman-teman dari BPBD maupun di DPKP,” jelasnya.
Iswan mengatakan, DPKP memiliki pos di setiap kecamatan sehingga dapat bergerak cepat ketika menerima laporan. Sementara Brigade Karlabun akan turun dengan melihat kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
“Kalau di DPKP kan mereka ada pos per kecamatan. Jadi ketika ada laporan, mereka langsung tangani. Kalau Brigade Karlabun, kita melihat kondisi. Kalau misalnya itu masih memerlukan bantuan dari Brigade, kita turun,” ujarnya.
Menurut Iswan, pola penanganan kebakaran lahan dilakukan secara koordinatif. Brigade Karlabun tidak berjalan sendiri, melainkan menyesuaikan instruksi dan kebutuhan penanganan bersama instansi terkait.
Ia menegaskan, tim Brigade Karlabun tetap dalam kondisi siaga. Pembagian sif dilakukan agar personel dapat merespons laporan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.
“Yang jelas kita di tim Brigade Karlabun itu siap siaga, karena kita ada bagi shift-shift, kan. Ketika ada laporan dan BPBD menginstruksikan Brigade untuk turun, ya kita turun,” katanya.
Distan PPU menilai kesiapsiagaan tersebut penting karena kebakaran lahan dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di titik yang memiliki riwayat kejadian berulang. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
