Dailykaltim.co, Penajam – Nelayan di Penajam Paser Utara (PPU) tidak hanya mengandalkan aktivitas melaut saat memasuki musim selatan. Ketika cuaca membatasi aktivitas tangkap di perairan tertentu, sebagian nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki alat tangkap hingga menjalankan usaha budidaya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Diskan PPU, Nani Adriana, mengatakan nelayan memiliki sejumlah kegiatan alternatif ketika tidak memungkinkan melaut jauh. Salah satunya memperbaiki alat tangkap agar siap digunakan saat kondisi laut kembali mendukung.
“Mereka bisa memperbaiki alat tangkapnya mereka. Masih banyak kegiatan yang lain yang mereka lakukan,” ujar Nani.
Menurutnya, nelayan PPU semakin terbiasa melakukan penyesuaian terhadap perubahan musim. Ketika aktivitas tangkap berkurang, mereka tidak sepenuhnya berhenti bekerja, tetapi mengalihkan waktu untuk kegiatan produktif lain.
Sebagian nelayan bahkan mulai memiliki pekerjaan ganda. Selain menangkap ikan, mereka juga menjalankan kegiatan budidaya sebagai sumber penghasilan tambahan.
“Bahkan sebagian nelayan kami sudah ada yang double pekerjaan. Jadi, mereka sebagai pembudidaya,” katanya.
Nani menyebut, salah satu kegiatan yang mulai dikembangkan adalah budidaya dengan sistem bioflok. Pola ini menjadi alternatif bagi nelayan agar tidak sepenuhnya bergantung pada hasil tangkapan laut.
“Mereka lagi mengembangkan bioflok. Jadi, kalau untuk vakum kegiatan tidak menangkap ikan, itu tidak,” jelasnya.
Menurut Nani, keberadaan kegiatan tambahan seperti budidaya dapat membantu nelayan menghadapi masa-masa ketika cuaca tidak bersahabat. Dengan memiliki sumber aktivitas lain, nelayan masih bisa menjaga produktivitas meski tidak selalu turun ke laut.
Selain itu, perbaikan alat tangkap juga menjadi bagian penting dari siklus kerja nelayan. Alat yang rusak atau kurang optimal dapat diperbaiki saat aktivitas melaut berkurang, sehingga nelayan lebih siap ketika musim kembali normal.
Diskan PPU menilai, strategi semacam ini perlu terus diperkuat. Nelayan yang memiliki kemampuan adaptasi lebih baik akan lebih tahan menghadapi perubahan cuaca, musim, dan risiko pendapatan.
Nani berharap nelayan tetap memperhatikan keselamatan saat menentukan aktivitas tangkap. Sementara untuk kegiatan alternatif seperti budidaya, Diskan PPU terus mendorong agar nelayan dapat mengembangkan usaha yang sesuai dengan potensi dan kemampuan masing-masing.
Dengan kombinasi antara perikanan tangkap dan budidaya, nelayan PPU diharapkan tidak mudah terdampak saat musim selatan membatasi aktivitas melaut.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
