Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Nelayan Pesisir PPU Masih Bisa Melaut di Bawah Dua Mil saat Musim Selatan

08/09/2026 5:16 AM

Dishub PPU Tegaskan Retribusi Pasar Sekali Bayar, Tak Boleh Ada Pungutan Lagi di Dalam

08/09/2026 4:26 AM

BBM Subsidi di Eceran Capai Rp14-20 Ribu, Pemkab PPU Siapkan Penataan

08/09/2026 4:09 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Nelayan Pesisir PPU Masih Bisa Melaut di Bawah Dua Mil saat Musim Selatan
  • Dishub PPU Tegaskan Retribusi Pasar Sekali Bayar, Tak Boleh Ada Pungutan Lagi di Dalam
  • BBM Subsidi di Eceran Capai Rp14-20 Ribu, Pemkab PPU Siapkan Penataan
  • Revitalisasi Pelabuhan Penajam Diusulkan Rp21 Miliar, Ditargetkan 2027
  • Distan PPU Minta Perusahaan Lebih Serius Cegah Kebakaran Lahan di Konsesi
  • Siklus Budidaya Sudah Berjalan, Produksi Ikan PPU Tak Terlalu Terdampak Kemarau
  • Belanja Pemerintah Menyusut, Ekonomi dan Daya Beli Masyarakat PPU Ikut Terpengaruh
  • Pelayanan Publik PPU Didorong Ramah Disabilitas, RSUD Siapkan Loket Khusus
  • Karhutla Meningkat di Tengah Kemarau, PPU Siaga Darurat dan Cegah Pembakaran Lahan
  • Suku Baduy Bertahan dengan Tradisi di Tengah Perubahan Zaman
  • KNMP PPU Ditargetkan Dongkrak Ekonomi Nelayan, Pemanfaatannya Bakal Dievaluasi
  • Produksi Nila-Lele PPU Dibidik untuk Pasok MBG, IKN, dan Pasar Lokal
  • TRC Dinsos PPU Siaga 24 Jam Tangani ODGJ hingga Orang Terlantar
  • PBJT Hotel PPU Lampaui Target, Data Okupansi Masih Jadi PR Pariwisata
  • DBH Sawit Distan PPU Difokuskan untuk STDB dan Pendataan Lahan
  • Pelabuhan Nenang Dikaji, Dishub PPU Baca Peluang Ekonomi dan Pariwisata
  • Dinsos PPU Siapkan Bantuan Usaha Produktif bagi Penyandang Disabilitas pada 2027
  • Jenebora, Pantai Lango, dan Gresik Diupayakan Tersentuh BBM Bersubsidi Nelayan
  • Sejumlah Wilayah PPU Mulai Kekurangan Air, Pemkab Lakukan Dropping
  • PPU Fest 2026 Hadirkan Pesta Rakyat dan Ruang Promosi Ekraf Lokal
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Budaya

Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial

Daily Kaltim28/08/2026 12:13 PM786 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Dailykaltim.co – Unggahan dari kafe populer, foto mengenakan barang bermerek, pamer gawai terbaru, hingga membagikan pencapaian pribadi kini menjadi pemandangan lumrah di media sosial. Aktivitas tersebut kerap dianggap sebagai flexing atau perilaku pamer untuk mendapatkan perhatian.

Namun, flexing tidak selalu muncul karena keinginan menyombongkan diri. Di balik unggahan yang tampak sempurna, bisa terdapat tekanan untuk terlihat sukses, bahagia, dan tidak tertinggal dari lingkungan pergaulan.

Fenomena itu dibahas dalam penelitian berjudul Flexing di Media Sosial: Antara Gaya Hidup dan Tekanan Sosial pada Mahasiswa Sosiologi Universitas Sriwijaya. Artikel yang ditulis Selvia Febiani, Dewi Pergiwati Wijaya, dan Sharen Sakita tersebut diterbitkan dalam Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan pada Mei 2026.

Hasil kajian menunjukkan bahwa flexing berada di antara gaya hidup, pembentukan citra diri, dan tekanan sosial. Media sosial bukan lagi sekadar tempat berbagi informasi, tetapi telah menjadi panggung untuk menampilkan versi terbaik dari kehidupan seseorang.

Pengguna dapat memilih foto, aktivitas, dan pencapaian yang ingin diperlihatkan kepada publik. Sementara itu, persoalan pribadi, kegagalan, maupun keadaan yang dianggap kurang menarik cenderung disembunyikan.

Dalam kehidupan mahasiswa, flexing dapat terlihat melalui unggahan saat nongkrong di kafe yang sedang populer, memakai pakaian bermerek, membeli gawai baru, berlibur, atau menunjukkan pencapaian akademik.

Membagikan aktivitas tersebut tentu tidak otomatis disebut flexing. Perilaku itu mulai mengarah pada flexing ketika unggahan digunakan untuk membangun kesan status tertentu, memperoleh pengakuan, atau mempertahankan citra di hadapan orang lain.

Ketika Barang Menjadi Simbol Status

Flexing berkaitan erat dengan konsumsi simbolik. Barang atau pengalaman tidak lagi dipilih hanya berdasarkan kegunaan, tetapi juga karena memiliki nilai sosial yang dapat menunjukkan selera, kemampuan ekonomi, dan status seseorang.

Gawai terbaru, produk perawatan kulit, pakaian bermerek, hingga kunjungan ke tempat populer dapat berubah menjadi “bahasa sosial” di ruang digital. Apa yang digunakan dan dikunjungi ikut membentuk cara orang lain memandang pemilik akun.

Akibatnya, batas antara kebutuhan dan keinginan semakin kabur. Barang yang sebenarnya tidak diperlukan dapat terasa penting setelah berulang kali muncul di media sosial dan digunakan oleh lingkungan pergaulan.

Fitur suka, komentar, jumlah tayangan, dan pengikut turut memperkuat kebiasaan tersebut. Respons positif menjadi bentuk validasi yang mendorong pengguna mengunggah konten serupa secara berulang.

Algoritma media sosial juga cenderung menampilkan konten dengan interaksi tinggi. Paparan terhadap unggahan yang memperlihatkan kemewahan, keberhasilan, atau kehidupan menyenangkan kemudian dapat membentuk standar hidup yang dianggap ideal.

Flexing dan Ketakutan Tertinggal

Kajian tersebut juga menghubungkan flexing dengan Fear of Missing Out atau FoMO. Ketika melihat orang lain membeli barang baru, menghadiri konser, berlibur, atau menikmati tempat populer, seseorang dapat merasa harus melakukan hal serupa agar tidak dianggap tertinggal.

Perbandingan sosial yang berlangsung terus-menerus berpotensi menimbulkan perasaan tidak cukup. Pengguna membandingkan kehidupan sehari-harinya dengan bagian terbaik dari kehidupan orang lain yang telah dipilih dan dipoles sebelum ditampilkan.

Dalam kondisi tersebut, flexing tidak selalu dilakukan agar terlihat lebih tinggi. Sebagian orang justru melakukannya karena takut dipandang lebih rendah atau tidak diterima dalam kelompok sosialnya.

Dorongan mempertahankan citra digital dapat memengaruhi kehidupan nyata. Seseorang bisa membeli barang yang tidak dibutuhkan, mengikuti tren di luar kemampuan, atau memaksakan diri terlihat baik-baik saja demi menjaga kesan yang telah dibangun.

Meski demikian, penelitian tersebut menggunakan metode studi literatur. Peneliti tidak melakukan wawancara, survei, ataupun observasi langsung terhadap mahasiswa Sosiologi Universitas Sriwijaya. Karena itu, hasilnya lebih tepat dibaca sebagai gambaran umum mengenai hubungan flexing, gaya hidup, FoMO, dan tekanan sosial di kalangan mahasiswa serta Generasi Z.

Kajian ini setidaknya memperlihatkan bahwa perilaku pamer tidak sesederhana keinginan menunjukkan kemewahan. Flexing dapat menjadi ekspresi diri, strategi membangun identitas, sekaligus tanda adanya tekanan untuk terus terlihat berhasil di ruang digital.

[RRI]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Follow on Google News

Related Posts

Budaya

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM
Gaya Hidup

Gen Z Mengubah Cara Belanja, Pengalaman Kini Lebih Penting daripada Kepemilikan

27/08/2026 2:33 PM
Budaya

Guru Besar UNY: Nilai Budaya Jawa Tetap Relevan Menjaga Kerukunan

03/08/2026 2:08 PM
Budaya

Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Didorong Jadi Identitas Budaya Baru Berau

31/07/2026 2:43 AM
Gaya Hidup

Usia Imun Tak Selalu Sama dengan Usia di KTP, Ini Penjelasannya

22/07/2026 4:48 PM
Gaya Hidup

Kenali Retinoblastoma, Kanker Mata yang Kerap Menyerang Balita

06/07/2026 3:03 AM
Iklan
Demo
Trending

Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan

29/08/2026 7:04 AM

Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial

28/08/2026 12:13 PM

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM

Gen Z Mengubah Cara Belanja, Pengalaman Kini Lebih Penting daripada Kepemilikan

27/08/2026 2:33 PM

KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Diduga Terima Rp3,25 Miliar

27/08/2026 8:17 AM
Terbaru
Pariwara

Nelayan Pesisir PPU Masih Bisa Melaut di Bawah Dua Mil saat Musim Selatan

By Redaksi Daily Kaltim08/09/2026 5:16 AM

Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Perikanan (Diskan) Penajam Paser Utara (PPU) menyebut nelayan pesisir masih dapat…

Dishub PPU Tegaskan Retribusi Pasar Sekali Bayar, Tak Boleh Ada Pungutan Lagi di Dalam

08/09/2026 4:26 AM

BBM Subsidi di Eceran Capai Rp14-20 Ribu, Pemkab PPU Siapkan Penataan

08/09/2026 4:09 AM

Revitalisasi Pelabuhan Penajam Diusulkan Rp21 Miliar, Ditargetkan 2027

07/09/2026 10:07 AM

Distan PPU Minta Perusahaan Lebih Serius Cegah Kebakaran Lahan di Konsesi

07/09/2026 5:09 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
TERBARU

Nelayan Pesisir PPU Masih Bisa Melaut di Bawah Dua Mil saat Musim Selatan

08/09/2026 5:16 AM

Dishub PPU Tegaskan Retribusi Pasar Sekali Bayar, Tak Boleh Ada Pungutan Lagi di Dalam

08/09/2026 4:26 AM

BBM Subsidi di Eceran Capai Rp14-20 Ribu, Pemkab PPU Siapkan Penataan

08/09/2026 4:09 AM
Media Terverifikasi Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version