Bagi sebagian masyarakat adat, hutan bukan sekadar bentang alam. Ia menjadi ruang hidup, sumber pangan, tempat mencari obat-obatan, hingga bagian dari identitas yang diwariskan lintas generasi.
Hubungan itu tergambar dalam video Hutan Perempuan Nasibmu Kini yang ditayangkan Nat Geo Indonesia. Dokumentasi tersebut menyoroti bagaimana perempuan adat memiliki keterikatan kuat dengan hutan sekaligus menghadapi ancaman perubahan lingkungan dan tekanan terhadap ruang hidup mereka.
Dalam banyak komunitas adat, perempuan memegang peran penting dalam menjaga pengetahuan tentang tanaman, sumber pangan, hingga pemanfaatan hasil hutan secara turun-temurun. Karena itu, ketika kawasan hutan mengalami kerusakan atau alih fungsi, dampaknya tidak hanya menyentuh lingkungan, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Tekanan terhadap hutan juga dapat mengubah pola hidup warga. Akses terhadap sumber pangan, air, dan berbagai kebutuhan sehari-hari menjadi semakin terbatas ketika ruang yang selama ini menopang kehidupan mereka menyusut.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan hutan tidak hanya berkaitan dengan luas kawasan yang hilang. Di baliknya, ada pengetahuan lokal, tradisi, dan peran perempuan yang ikut terancam ketika hubungan masyarakat dengan alam mulai terputus.
Hutan Perempuan Nasibmu Kini pada akhirnya memperlihatkan bahwa menjaga hutan juga berarti menjaga ruang hidup masyarakat yang selama bertahun-tahun bergantung padanya.
Tayangan selengkapnya dapat disaksikan melalui kanal YouTube terkait.