Dailykaltim.co, Penajam – Kebutuhan ruang belajar, perbaikan bangunan sekolah, hingga layanan bagi anak berkebutuhan khusus menjadi agenda Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dalam pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin bersama jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga PPU beraudiensi dengan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Armin di Samarinda, Kamis, 27 Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas pengembangan sarana-prasarana pendidikan dan penguatan sekolah luar biasa maupun sekolah inklusi di PPU.
Abdul Waris mengatakan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan perlu dijalankan melalui kerja sama pemerintah kabupaten dan provinsi. Salah satu pembahasan menyangkut pembangunan sekolah tingkat SMA di PPU yang telah memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp8 miliar.
Anggaran itu mencakup pembangunan ruang belajar, laboratorium, lapangan, dan fasilitas pendukung lain. Pemerintah Kabupaten PPU berharap pembangunan tersebut dapat berlanjut untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang terus bertambah.
“Ke depan mudah-mudahan sekolah-sekolah lain juga bisa mendapatkan perhatian, baik pembangunan maupun rehabilitasi. Kita akan terus berkomunikasi dan mengusulkan kebutuhan pendidikan yang ada di PPU,” ujar Abdul Waris.
Selain infrastruktur sekolah umum, Pemkab PPU menyoroti kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Abdul Waris menilai layanan sekolah luar biasa masih perlu diperkuat, termasuk melalui penambahan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus dan sarana pendukung pembelajaran.
“SLB ini menjadi salah satu layanan yang perlu kita perhatikan. Masih banyak anak-anak kita yang kebutuhannya belum terpenuhi. Karena itu, kita perlu memperkuat tenaga pendidik sekaligus sarana pendukungnya,” katanya.
Dalam audiensi itu, juga dibahas peluang penambahan ruang belajar untuk SLB. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendekatkan akses pendidikan bagi warga yang tinggal jauh dari pusat Kabupaten PPU.
Waris mengatakan setiap peluang dukungan anggaran dan program dari pemerintah provinsi harus diikuti dengan komunikasi serta pengawalan yang aktif. Ia meminta jajaran terkait tidak hanya menyampaikan proposal, melainkan rutin menindaklanjuti usulan yang telah diajukan.
“Kalau kita sudah membuka komunikasi dan ada peluang untuk mendapatkan bantuan, harus ditindaklanjuti. Jangan hanya mengusulkan kemudian diam. Kita harus aktif berkomunikasi, mengawal proposal, dan memastikan kebutuhan sekolah di PPU benar-benar mendapat perhatian,” tegasnya.
Pertemuan itu turut membahas rehabilitasi bangunan sekolah, pengadaan peralatan dan fasilitas pendukung, serta pemanfaatan asrama sekolah yang telah direhabilitasi.
Abdul Waris mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap sektor pendidikan di PPU. Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjawab kebutuhan pendidikan secara bertahap, dari jenjang SD dan SMP hingga SMA/SMK.
“Intinya kita ingin memastikan anak-anak PPU mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Pemerintah kabupaten akan terus berkoordinasi dengan provinsi, termasuk mengawal setiap usulan yang kita sampaikan,” pungkasnya.
Penguatan koordinasi lintas pemerintahan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab PPU mempercepat pemerataan layanan pendidikan, seiring pertumbuhan wilayah PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

