Dailykaltim.co, Penajam – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih memiliki lebih dari 300 data calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di luar 278 rumah yang telah lolos verifikasi. Ketersediaan data tersebut membuka peluang PPU mendapatkan tambahan kuota program bedah rumah apabila alokasi di daerah lain tidak terserap seluruhnya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) PPU, Riviana Noor mengatakan, ratusan calon tambahan tersebut telah tercatat dalam sistem MyPKP.

“Bahkan dari (jumlah) 278 yang sudah terverifikasi itu, data kita di MyPKP di luar yang (jumlah) 278 ini masih 300 lebih,” kata Riviana.

Menurutnya, data tersebut dapat menjadi cadangan apabila pemerintah pusat membuka tambahan penerima atau mengalihkan kuota dari kabupaten dan kota lain.

“Jadi seandainya nanti ada kuota dari kabupaten kota lain yang tidak masuk mungkin siapa tahu kan kuotanya bisa dialihkan ke kabupaten kota kita. Nah, kita sudah punya stok data 300 lebih di My PKP itu,” ujarnya.

Riviana menjelaskan, kuota BSPS yang diberikan kepada suatu daerah belum tentu dapat terserap seluruhnya. Kondisi itu bisa terjadi ketika calon penerima yang diusulkan tidak memenuhi persyaratan setelah melalui proses verifikasi.

Ia mencontohkan, suatu daerah dapat memperoleh kuota sebanyak 300 rumah. Namun, apabila hanya 200 calon yang berhasil memenuhi persyaratan, terdapat 100 kuota yang tidak dapat dipenuhi daerah tersebut.

“Artinya kuotanya misalnya (jumlah) 300 nih, setelah terverifikasi yang masuk cuma (jumlah) 200 nih, yang (jumlah) 100-nya kan artinya non kuota, artinya mereka under kuota ya,” katanya.

Tidak terpenuhinya kuota tersebut dapat disebabkan berbagai faktor, mulai dari ketidaklengkapan data hingga calon penerima yang tidak memenuhi kriteria program.

Menurut Riviana, kementerian telah menyampaikan adanya kemungkinan kuota yang tidak terserap dialihkan kepada daerah lain yang masih memiliki calon penerima untuk diverifikasi.

“Tidak bisa memenuhi kan atau datanya kurang, kurang lengkap kah atau apa. Bisa jadi itu nanti dialihkan ke kabupaten kota kita. Berpeluang karena kemarin itu dari kementerian sendiri yang menyatakan seperti itu,” jelasnya.

PPU dinilai memiliki peluang apabila mekanisme pengalihan tersebut dilakukan. Sebab, selain 278 penerima yang telah lolos, masih terdapat lebih dari 300 data calon penerima yang dapat ditindaklanjuti.

“Kalau seandainya nanti ada kabupaten kota lain yang tidak memenuhi atau under kuota, sementara ada kabupaten kota lain misalnya kayak Penajam masih banyak datanya yang bisa kita lakukan verifikasi, bisa jadi,” ujarnya.

Riviana juga mengungkap adanya informasi mengenai kemungkinan PPU memperoleh alokasi hingga 400 unit. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan sehingga pemerintah daerah belum menjadikannya sebagai kuota definitif.

“Bahkan kemarin itu sebetulnya kita dapat bocoran ya, PPU itu sebetulnya dialokasikan (jumlah) 400, katanya seperti itu. Tapi kita belum belum tahu sih cuman kalau seandainya itu pun benar, data kita sudah masuk di MyPKP itu,” katanya.

Untuk kuota yang telah diproses saat ini, sebanyak 278 rumah sudah dinyatakan lolos verifikasi. Pemerintah daerah sejak awal juga memasukkan data calon penerima dalam jumlah lebih banyak untuk mengantisipasi adanya usulan yang gugur saat pemeriksaan.

“Tetapi dari (jumlah) 278 itu sudah clear karena kan kemarin itu kan kita memang data banyak nih yang kita masukkan. Jadi begitu ada verifikasi yang enggak sesuai, verifikasi di lapangan yang gugur, kita sudah ada cadangannya,” tandas Riviana.

[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version