Dailykaltim.co, Penajam – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan penggunaan belanja tidak terduga atau BTT untuk memperkuat penanganan kebencanaan di daerah. Usulan itu diajukan karena anggaran BPBD dinilai terbatas, sementara kebutuhan operasional di lapangan terus berjalan saat status siaga darurat diberlakukan.
Kepala BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan penguatan anggaran kebencanaan menjadi kebutuhan mendesak. Terlebih, BPBD harus tetap bergerak menangani berbagai kejadian, termasuk kebakaran hutan dan lahan, di tengah ketersediaan anggaran yang tidak besar.
“Iya, jadi penguatan anggaran kebencanaan itu kami kemarin, karena memang BPBD itu sangat minim di awal-awal, memang sudah tidak cukup tersedia anggaran,” ujar Nurlaila.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tersebut membuat BPBD perlu mencari dukungan pembiayaan melalui mekanisme yang tersedia. Salah satunya dengan mengusulkan pencairan BTT berdasarkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten PPU.
Nurlaila menyebut, usulan tersebut telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah dan Badan Keuangan dan Aset Daerah atau BKAD PPU. Mekanisme ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan penanganan bencana yang tidak bisa ditunda.
“Kami kemarin mengusulkan dengan SK Siaga Darurat Bencana Hidrometorologi Kabupaten PPU itu kita usulkan untuk pencairan dana belanja tidak terduga kepada sekretaris daerah dan ke kepala badan keuangan dan aset daerah,” katanya.
Ia menjelaskan, kebutuhan yang diajukan tidak bersifat besar atau berlebihan. BPBD lebih memprioritaskan kebutuhan dasar operasional di lapangan, terutama yang berkaitan langsung dengan penanganan kejadian.
Dalam penanganan bencana, kebutuhan bahan bakar minyak menjadi salah satu komponen penting. Armada operasional, mobil tangki, dan kendaraan pendukung membutuhkan BBM agar dapat bergerak menuju lokasi kejadian maupun mendukung suplai air.
Selain itu, kebutuhan makan dan minum petugas juga menjadi perhatian. Personel yang bekerja di lapangan kerap bertahan dalam durasi panjang, terutama saat menangani kejadian yang membutuhkan pendinginan atau pemantauan lanjutan.
“Yang paling pasti tidak banyak, ya. Yang pasti itu operasional belanja bahan bakar minyak dan makan minum itu yang pasti ada, dan perbaikan peralatan,” jelasnya.
Nurlaila menambahkan, perbaikan peralatan juga menjadi kebutuhan penting. Dalam penanganan bencana, peralatan yang digunakan petugas harus tetap dalam kondisi siap pakai agar respons di lapangan tidak terganggu.
BPBD PPU menilai penguatan anggaran kebencanaan tidak hanya berkaitan dengan jumlah dana, tetapi juga kecepatan dukungan ketika kejadian terjadi. Jika kebutuhan dasar operasional tersedia, petugas dapat bergerak lebih cepat dan penanganan dapat dilakukan lebih optimal.
Menurut Nurlaila, kondisi kebencanaan tidak selalu bisa diprediksi. Karena itu, dukungan anggaran yang fleksibel melalui BTT diperlukan untuk menjawab kebutuhan mendesak, terutama pada masa siaga darurat.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
