Dailykaltim.co – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong lonjakan tajam tarif pengiriman minyak dan gas dunia. Seperti dilaporkan Reuters, biaya sewa kapal tanker raksasa di Timur Tengah mencapai rekor tertinggi setelah Iran menargetkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang berada di antara Iran dan Oman. Sekitar seperlima pasokan minyak global serta pengiriman gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) melewati perairan tersebut. Ketegangan yang meningkat membuat aktivitas pelayaran di kawasan itu nyaris terhenti dan memicu kekhawatiran gangguan distribusi energi dunia.

Data industri menunjukkan tarif pengiriman untuk kapal Very Large Crude Carrier (VLCC), yang biasa mengangkut dua juta barel minyak dari Timur Tengah ke Asia, melonjak dua kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi setelah serangan dan aksi balasan di kawasan itu memicu penutupan sementara sejumlah fasilitas minyak dan gas.

Dampaknya langsung terasa di pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent tercatat naik hampir 10 persen dalam sepekan terakhir. Lonjakan harga ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi penutupan Selat Hormuz yang dapat menghambat arus pasokan energi global.

Tidak hanya minyak, tarif pengiriman LNG juga melonjak lebih dari 40 persen setelah Qatar menghentikan produksinya. Analis memperkirakan tarif angkutan LNG masih berpotensi meningkat apabila ketegangan di kawasan Timur Tengah berlanjut dan jalur pelayaran belum sepenuhnya aman.

Hingga kini, terjadi perbedaan klaim mengenai status Selat Hormuz. Pejabat Iran menyatakan jalur tersebut ditutup, sementara militer Amerika Serikat menyebut perairan itu tetap terbuka untuk pelayaran.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version