Dailykaltim.co, Kutim – Kontingen Kabupaten Kutai Timur mulai memetakan kekuatan dan menyusun strategi untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Fokus utama yang dibahas adalah memaksimalkan peluang perolehan medali emas melalui pembinaan atlet dan persiapan yang lebih terarah sejak dini.
Langkah tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur di Gedung KONI Kutim, Jalan Soekarno Hatta, Sangatta, Kamis (11/6/2026). Pertemuan itu dipimpin Ketua Kontingen Porprov Kutim yang juga Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi.
Dalam rapat tersebut, Mahyunadi mengakui komposisi atlet yang akan memperkuat Kutai Timur pada Porprov mendatang menghadapi tantangan tersendiri. Salah satunya terkait penerapan batas usia yang membuat sejumlah atlet berpengalaman tidak lagi dapat tampil.
Meski demikian, ia menilai peluang Kutai Timur untuk bersaing tetap terbuka lebar. Optimisme itu muncul setelah melihat hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov, ketika sejumlah atlet Kutim mampu menunjukkan perkembangan performa dan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
“Perolehan medali ini kan untuk peringkat itu yang paling utama emas. Kalau kita dapat emas satu, peraknya 1.000, orang dapat emasnya dua, peraknya 100, kita kalah peringkat. Jadi target kita emas,” ujar Mahyunadi.
Menurut dia, peningkatan kualitas atlet menjadi kunci utama untuk mencapai target tersebut. Karena itu, pemerintah daerah bersama KONI dan pemangku kepentingan terkait tengah menyiapkan berbagai program pembinaan, termasuk pemusatan latihan, uji coba pertandingan, hingga evaluasi terhadap kendala yang dihadapi atlet selama masa persiapan.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing atlet Kutim saat bertanding di Porprov 2026 nanti.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kutai Timur, Rudi Hartono, mengatakan rapat koordinasi digelar untuk mengevaluasi capaian Porprov sebelumnya di Berau serta hasil Babak Kualifikasi yang telah dijalani masing-masing cabang olahraga.
Menurutnya, data tersebut menjadi dasar dalam memetakan cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali sekaligus menyusun langkah strategis guna meningkatkan prestasi kontingen Kutai Timur.
”Target besar tidak akan tercapai tanpa kerja sama solid antara pengurus cabor, KONI, Dispora, dan Ketua Kontingen. Melalui rakor ini, kami menyelaraskan strategi agar persiapan matang sejak dini,” ujar Rudi.
Melalui koordinasi dan persiapan yang lebih awal, Kutai Timur berharap mampu mengoptimalkan potensi atlet yang dimiliki serta meningkatkan raihan medali emas pada Porprov Kalimantan Timur 2026.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
