Dailykaltim.co, Bontang – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bontang mulai memasuki tahap persiapan. Program pendidikan yang menyasar masyarakat kelompok Desil 1 dan 2 itu diproyeksikan dapat beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang setelah seluruh tahapan pembangunan rampung.

Lahan seluas sekitar 8 hektare telah disiapkan untuk proyek tersebut. Namun, sekitar 1,5 hektare masih memerlukan pekerjaan perataan sebelum konstruksi fisik dapat dimulai.

Sejumlah perusahaan di Bontang dijajaki untuk mendukung proses penyiapan lahan, terutama melalui penyediaan alat berat dan operator. Dukungan tersebut dibutuhkan guna mempercepat pekerjaan land clearing di area pembangunan.

Di sisi lain, dokumen perencanaan berupa Detail Engineering Design (DED) dan standar harga pembangunan telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Saat ini, proses masih menunggu Surat Keputusan (SK) penetapan dari kementerian terkait sebagai dasar pelaksanaan program.

Persiapan lelang ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026, sedangkan proses lelang secara penuh dijadwalkan dibuka pada Oktober. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar delapan bulan.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama sejumlah pihak terkait juga meninjau lokasi pembangunan untuk memastikan kesiapan lahan dan mengidentifikasi kebutuhan teknis yang masih harus dipenuhi sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Menurut Agus Haris, kejelasan tahapan administrasi menjadi faktor penting agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

“Yang kami perlukan adalah kejelasan tahapan dan alurnya. Kalau kami tahu langkah demi langkah yang harus dipenuhi, Pemerintah Kota bisa langsung bergerak dan mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menambah pilihan fasilitas pendidikan di Kota Bontang.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version