Dailykaltim.co, Penajam – Parade Gender Kalimantan Timur 2026 tidak hanya menjadi ruang seremoni dalam peringatan Hari Kartini ke-147. Bagi Penajam Paser Utara (PPU), ajang tersebut menjadi momentum penting untuk mengangkat kiprah tokoh-tokoh lokal yang selama ini memberi dampak di tengah masyarakat.

Tiga tokoh asal PPU berhasil meraih penghargaan Gender Champion Kaltim 2026. Capaian itu menjadi kejutan tersendiri bagi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU, sebab daerah tersebut mampu meloloskan tiga nama sekaligus di tingkat provinsi.

Kepala DP3AP2KB PPU, dr. Jansje Grace Makisurat, MH, mengatakan penghargaan tersebut diserahkan di Kantor Gubernur Kaltim pada Rabu, 29 April 2026. Penyerahan penghargaan itu turut diwakili langsung oleh Wakil Bupati PPU.

“Kami saja sampai kaget PPU bisa meraih tiga orang yang mendapatkan penghargaan. Penyerahan penghargaannya di Kantor Gubernur Kaltim pada Rabu, 29 April 2026, diwakilkan Pak Wabup sendiri,” ujarnya.

Menurut Jansje, capaian tersebut menunjukkan bahwa PPU memiliki tokoh-tokoh masyarakat yang mampu memberi kontribusi nyata. Penghargaan Gender Champion menjadi bentuk pengakuan terhadap kerja-kerja pemberdayaan, baik yang bergerak di bidang perempuan, pendidikan, lingkungan, pariwisata, maupun penguatan komunitas.

Dalam konteks peringatan Hari Kartini, penghargaan ini juga memperluas makna perjuangan perempuan lintas generasi. Semangat Kartini tidak hanya dimaknai sebagai simbol sejarah, tetapi diterjemahkan melalui praktik-praktik nyata di masyarakat, termasuk melalui tokoh lokal yang mampu mendorong perubahan di lingkungannya.

Program Gender Champion di Kalimantan Timur sendiri masih tergolong baru. Jansje menyebut, program ini baru berjalan selama dua tahun, namun jumlah penerima penghargaan terus bertambah.

“Jadi di Provinsi Kaltim ini sudah ada 45 champion. Tahun lalu di 2025, ada 15 yang dapat, dan tahun ini ada 30 orang. Memang baru berjalan dua tahun.”

Dengan tambahan 30 penerima pada 2026, jumlah Gender Champion di Kaltim kini mencapai 45 orang. Dari jumlah tersebut, tiga nama berasal dari PPU. Hal ini menjadi penanda bahwa kontribusi tokoh lokal dari daerah tersebut mulai mendapat ruang pengakuan yang lebih luas di tingkat provinsi.

Bagi DP3AP2KB PPU, penghargaan tersebut bukan semata-mata tentang jumlah penerima. Lebih dari itu, capaian ini menjadi bukti bahwa kerja-kerja sosial yang dilakukan masyarakat perlu terus didokumentasikan, diperkuat, dan diberi ruang tampil.

Tokoh-tokoh berdampak di PPU, menurut Jansje, tidak selalu lahir dari program besar. Sebagian justru tumbuh dari inisiatif komunitas, kegiatan pemberdayaan, pengabdian di sektor pendidikan, atau upaya menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi lokal.

Karena itu, Parade Gender Kaltim 2026 dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pengakuan terhadap tokoh-tokoh serupa. Penghargaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai apresiasi simbolik, melainkan menjadi pemantik agar semakin banyak praktik baik dari PPU bisa terangkat.

Capaian tiga tokoh PPU dalam Gender Champion Kaltim 2026 juga menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk lebih serius memetakan potensi masyarakat. Dengan pemetaan yang baik, figur-figur lokal yang memiliki dampak nyata dapat lebih mudah difasilitasi dan diperkenalkan kepada publik.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah Gender Champion di Kaltim menunjukkan bahwa pemerintah provinsi mulai membangun ruang apresiasi yang lebih luas terhadap tokoh pemberdayaan. Dari 15 penerima pada 2025 menjadi 30 penerima pada 2026, program ini memperlihatkan adanya perluasan perhatian terhadap kerja-kerja perubahan di masyarakat.

Bagi PPU, momentum ini menjadi penting. Tiga penghargaan yang diraih bukan hanya membawa nama penerima, tetapi juga menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki potensi sosial yang kuat untuk mendukung pengarusutamaan gender dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, Parade Gender Kaltim 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda peringatan Hari Kartini. Bagi PPU, ajang ini menjadi ruang pengakuan, pembuktian, sekaligus pengingat bahwa masih banyak tokoh berdampak di daerah yang perlu ditemukan, didukung, dan diberi kesempatan untuk menginspirasi lebih luas.

[RRI | ADV DP3AP2KB PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version