Dailykaltim.co, Penajam – Keterbatasan kemampuan fiskal membuat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyesuaikan sasaran program Kartu Penajam Cerdas (KPC). Program yang semula dirancang menjangkau seluruh siswa kini untuk sementara diprioritaskan kepada peserta didik baru.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) PPU, Arif Afandi mengatakan Kartu Penajam Cerdas menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah untuk lima tahun ke depan.

Dikutip dari wawancaranya bersama media dalam sebuah podcast, Arif mengatakan terdapat empat formulasi kebijakan prioritas yang disiapkan pemerintah daerah.

“Salah satunya kebijakan kepala daerah untuk lima tahun ke depan itu kan ada empat sebenarnya kebijakan prioritas, yaitu yang masuk dalam formulasi yang kita istilahkan itu Penajam Terang, Penajam Sehat, Penajam Cerdas, dan Penajam Bersih,” kata Arif.

Keempat program tersebut telah memiliki kegiatan turunan. Salah satu yang telah berjalan adalah Kartu Penajam Cerdas sebagai bagian dari kebijakan Penajam Cerdas.

“Semua program ini sudah punya kegiatan turunan yang harus dikerjakan. Yang saat ini sudah kita laksanakan dan berjalan adalah seperti pemberian Kartu Penajam Cerdas,” ujarnya.

Program tersebut menyasar pelajar mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Dalam rancangan awal, pemerintah daerah sebenarnya menargetkan bantuan dapat menjangkau seluruh siswa tanpa membedakan peserta didik baru maupun lama.

Namun, kondisi fiskal membuat pemerintah harus melakukan penyesuaian terhadap cakupan penerima.

“Ini untuk anak-anak pelajar SD sampai SMP yang saat ini kita skemakan untuk siswa baru dulu. Walaupun dalam kebijakan fiskal kita sebelumnya, sebenarnya target kita untuk semua siswa, tanpa melihat siswa baru atau siswa lama,” jelasnya.

Keterbatasan kemampuan keuangan daerah akhirnya membuat KPC untuk sementara diprioritaskan kepada siswa baru.

“Nah, hanya karena kondisi fiskalnya tidak memungkinkan, kebijakannya kita ubah. Untuk saat ini sementara masih untuk peruntukannya kepada siswa baru,” katanya.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk penyesuaian pelaksanaan program prioritas kepala daerah terhadap ruang fiskal yang tersedia. Target program tetap disiapkan, tetapi penerapannya dilakukan secara bertahap.

Arif menjelaskan KPC diberikan melalui skema bantuan tunai. Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik di sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta.

Cakupannya pada 2026 juga diperluas hingga satuan pendidikan madrasah pada jenjang yang setara dengan SD dan SMP.

“Dan ini pun skema KPC-nya atau Kartu Penajam Cerdas ini dalam bentuk bantuan tunai untuk sekolah negeri dan swasta. Dan untuk 2026 ini kita masuk termasuk Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah setingkat, negeri dan swasta semuanya kita akan berikan,” pungkas Arif.

[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Exit mobile version