Dailykaltim.co, Kutim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur memaparkan arah kebijakan serta program prioritas pendidikan tahun 2026 dalam Musyawarah Daerah IV Jaringan Sekolah Islam Terpadu Kutai Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Wanita Bukit Pelangi, Minggu (8/2/2026).
Dalam forum tersebut, Kepala Disdikbud Kutim Mulyono menyampaikan pelaksanaan program pendidikan tetap berjalan meski terjadi penyesuaian kemampuan anggaran daerah. Ia menegaskan penyesuaian lebih difokuskan pada volume kegiatan tanpa mengurangi jenis program yang telah direncanakan.
“Walaupun APBD kita tidak sebesar tahun sebelumnya, alhamdulillah program-program pendidikan tetap berjalan maksimal. Hampir tidak ada program yang dikurangi, hanya ada penyesuaian volume pada beberapa kegiatan,” ujar Mulyono.
Selain menjaga keberlanjutan program, Disdikbud Kutim juga memastikan alokasi insentif bagi guru swasta tetap tersedia pada 2026. Pemerintah daerah Kutim masih menunggu penguatan regulasi untuk mendukung peningkatan status serta kesejahteraan guru swasta ke depan.
“Untuk kesejahteraan guru swasta, insyaallah tahun 2026 ini insentif tetap kita berikan. Ke depan, kami berharap ada regulasi yang memungkinkan peningkatan status dan kesejahteraan guru swasta agar lebih baik,” katanya.
Di sektor bantuan pendidikan, Pemerintah Kutim tetap melanjutkan program beasiswa melalui Dinas Pendidikan dan Bagian Kesejahteraan Rakyat. Bantuan dari Dinas Pendidikan difokuskan untuk siswa jenjang SD dan SMP.
“Adapun nominalnya masing-masing Rp 1 juta untuk siswa SD dan Rp 1,5 juta untuk siswa SMP,” jelasnya.
Selain itu, Disdikbud juga menyiapkan beasiswa khusus bagi penghafal Al-Qur’an dengan kuota 1.000 penerima. Penentuan penerima dilakukan melalui masing-masing sekolah.
“Penentuan penerima akan dilakukan oleh pihak sekolah. Kami optimistis, khususnya di sekolah berbasis Islam, jumlah penghafal Al-Qur’an akan terus meningkat,” tambah Mulyono.
Pada sektor bantuan perlengkapan sekolah, pemerintah daerah tetap menyalurkan bantuan seragam bagi siswa baru, meski cakupan bantuan masih menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Untuk siswa baru jenjang TK, SD, dan SMP, pemerintah daerah tetap menyalurkan bantuan berupa empat stel seragam, sepatu, serta starter kit. Kami berharap melalui APBD Perubahan, bantuan perlengkapan sekolah ini dapat menjangkau seluruh siswa,” ujarnya.
Pada tahun sebelumnya, sekitar 91 ribu siswa jenjang TK hingga SMP telah menerima bantuan perlengkapan sekolah lengkap. Selain itu, program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) juga terus berjalan dan telah diperluas hingga jenjang TK dan madrasah.
“TK dan madrasah juga sudah menerima BOSDA. Ini bentuk komitmen kita agar tidak ada diskriminasi layanan pendidikan,” katanya.
Disdikbud Kutim juga menjalankan program pembelajaran Al-Qur’an di sekolah negeri yang mulai diterapkan sejak akhir tahun lalu di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
“Total ada 39 sekolah yang terlibat, dengan metode UMI dan guru-guru yang direkrut khusus serta distandarisasi oleh UMI Foundation,” jelasnya.
Sebanyak 89 tenaga pengajar direkrut dalam program tersebut dan menerima tunjangan khusus setiap bulan. Program ini direncanakan akan diperluas ke wilayah kecamatan lainnya.
“Kami berharap program ini tahun depan bisa diperluas ke kecamatan lain, agar anak-anak kita lulus SD dan SMP sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” ujarnya.
Mulyono menegaskan pembangunan pendidikan daerah tetap dilakukan tanpa membedakan latar belakang agama, meski terdapat perhatian khusus terhadap kebutuhan sekolah berbasis Islam sesuai karakteristiknya.
“Semua sekolah kita bangun tanpa membedakan agama. Tetapi wajar jika ada perhatian lebih pada sekolah Islam sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya,” tegasnya.
Ia menambahkan, sejumlah pembangunan sekolah berbasis keagamaan telah selesai dalam dua tahun terakhir. Disdikbud juga mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan daerah.
“Mari kita duduk bersama, berdiskusi, dan berkolaborasi agar apa yang bisa disupport oleh pemerintah daerah benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan,” ajaknya.
Selain itu, program peningkatan kualifikasi guru melalui RPL S1 dan S2 serta program beasiswa kerja sama juga tetap dilanjutkan pada 2026. Saat ini ratusan guru sedang menempuh pendidikan lanjutan di sejumlah perguruan tinggi negeri.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
