Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Rumah Rehab Gizi Stunting Mulai Beroperasi, Target Tekan Kasus Balita Risiko

10/02/2026 6:56 AM

Perpanjangan Kontrak PPPK Kutim 2021 Ditentukan Evaluasi Kinerja

10/02/2026 6:43 AM

Seratai Green’s Padel Resmi Beroperasi, Lapangan Padel Pertama di Paser

10/02/2026 6:24 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Rumah Rehab Gizi Stunting Mulai Beroperasi, Target Tekan Kasus Balita Risiko
  • Perpanjangan Kontrak PPPK Kutim 2021 Ditentukan Evaluasi Kinerja
  • Seratai Green’s Padel Resmi Beroperasi, Lapangan Padel Pertama di Paser
  • PPU Gelar Konsultasi Publik Awal RKPD 2027, Soroti Tantangan Fiskal Daerah
  • Syahrudin M Noor Hadiri Syukuran Lapangan Bola Waru, Dorong Pemanfaatan oleh Warga
  • NTB Diproyeksikan Jadi Sentra Jagung dan Bawang Putih Nasional
  • Riset Ungkap Perairan Maluku Barat Daya Jadi Kawasan Penting Ekosistem Laut Global
  • Penyesuaian Data PBI JKN Dilakukan, Peserta Nonaktif Bisa Ajukan Reaktivasi
  • Kemenag Buka Pelatihan Observasi Hilal untuk Kreator Digital
  • Bunga Bangkai Raksasa Amorphophallus titanum Mekar di Kebun Raya Bogor
  • Disdikbud Kutim Pastikan Program Pendidikan 2026 Tetap Berjalan
  • Dua Desa di Kukar Resmi Jadi Desa Konservasi Pesut Mahakam
  • Pantai Marang Kaliorang Jadi Pilihan Wisata Alam Berbiaya Terjangkau
  • Program 150 Juta per RT Kukar Fokus Selesaikan Masalah Sosial Warga
  • Desa Suatang Paser Jadi Lokasi Hilirisasi Ayam Petelur Terintegrasi
  • Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah, Lolos ke Final Piala Asia 2026
  • Jelang Ramadan, Sat Lantas Polres Kutai Timur Petakan Titik Rawan Kecelakaan
  • RSUD Kudungga Kembangkan Layanan MCU untuk Perluas Akses Kesehatan
  • Dinas Perikanan Paser Dampingi BUMDes Suliliran Baru Tingkatkan Produksi Keramba
  • RSUD Kudungga Siapkan Layanan Cathlab untuk Penanganan Jantung dan Stroke
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Opini

Dampak Teknologi terhadap Kebiasaan Membaca Buku

Daily Kaltim10/12/2024 6:13 AM
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Oleh: Lutfia, Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

BUKU adalah jendela dunia. Buku menawarkan pengetahuan yang mendalam dan pengalaman yang sulit ditandingi. Membaca buku, terutama dalam bentuk fisik, melibatkan proses yang lebih fokus dan reflektif serta membantu pembaca memahami ide-ide secara mendalam. Buku bukan hanya soal informasi, tapi juga sebagai teman perjalanan yang menghadirkan ketenangan, imajinasi, dan wawasan baru. Membaca memungkinkan kita mengakses informasi lebih luas, memperkaya pengetahuan, dan memperdalam pemahaman kita tentang dunia.

Melalui buku, kita bisa belajar tentang berbagai hal, mengembangkan imajinasi, dan memperkuat kemampuan berpikir kritis. Buku juga memberi ketenangan dan hiburan, serta membantu kita tumbuh secara pribadi dan intelektual. Literasi membaca sangat penting karena berperan besar dalam pengembangan individu dan masyarakat. Selain itu, kegiatan membaca juga melatih kemampuan berpikir kritis, serta membantu menganalisis informasi secara objektif dan membuat keputusan yang lebih baik.

Buku di Era Modern

Di era modern, kebiasaan membaca berubah seiring dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat. Salah satu perubahannya adalah banyak orang yang beralih dari buku fisik ke e-book. Hal ini bisa terjadi karena e-book lebih mudah diakses daripada buku fisik, bisa dibaca dimana saja dan kapan saja. Semuanya tersedia dalam satu perangkat saja. Orang-orang lebih suka hal yang lebih sederhana seperti e-book untuk dijadikan pilihan dalam membaca.

Sekarang juga tersedia audiobook yang jauh lebih sederhana lagi. Hanya dengan mendengarkan dan menyimak, kita sudah mendapatkan informasi mengenai suatu buku. Audiobook bisa didengarkan saat melakukan aktivitas sehari-hari. Audiobook sangat cocok untuk orang yang ingin mengetahui informasi dari suatu buku tetapi tidak mempunyai waktu untuk membaca.

Pesatnya perkembangan teknologi sangat mempengaruhi cara kita membaca dan memahami informasi. Teknologi mengubah kebiasaan membaca yang dulu berpusat pada teks fisik menjadi bentuk digital. Bacaan tidak lagi terbatas pada buku, tetapi meluas ke artikel online, media sosial, dan format interaktif lainnya.

Budaya membaca buku kini kehilangan daya tariknya di kalangan generasi muda yang lebih tertarik pada konten visual dan interaktif. Mereka cenderung menganggap membaca buku sebagai aktivitas yang kaku dan kuno dibandingkan dengan pengalaman multimedia yang ditawarkan oleh teknologi modern.

Di tengah perubahan ini, muncul kekhawatiran bahwa literasi membaca yang dibangun melalui buku akan semakin memudar. Meskipun teknologi memberikan akses yang lebih luas, tampaknya lebih banyak orang yang mengalihkan perhatian daripada lebih banyak mengalihkan daripada benar-benar membantu memperkuat kebiasaan membaca.

Dampak Positif Hadirnya Layanan Digital

Di sisi sosial, digitalisasi buku memberi peluang untuk memperluas jaringan sosial pembaca. Berkurangnya minat terhadap buku fisik serta meningkatnya penggunaan e-book dan audiobook memungkinkan lebih banyak orang terhubung dalam diskusi literasi secara global. Diskusi buku yang dulunya terbatas, kini dapat mencakup pembaca dari berbagai belahan dunia. Selain itu, komunitas literasi online sering kali menyediakan ruang yang lebih inklusif, memungkinkan lebih banyak orang untuk terlibat dalam dunia literasi tanpa hambatan geografis.

Dari sisi ekonomi, buku digital memberikan memberikan dampak yang cukup besar, terutama dalam menurunkan biaya akses terhadap literasi. Harga e-book dan audiobook yang lebih murah dibandingkan dengan buku fisik memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses literatur digital tanpa harus khawatir dengan harga tinggi maupun biaya pengiriman. Sekarang ini juga sudah tersedia layanan e-book dan audiobook yang menawarkan berbagai judul buku secara gratis. Hal ini tentu saja menarik minat para pembaca untuk lebih memilih e-book dan audiobook dibandingkan dengan buku fisik.

Dalam dunia Pendidikan, akses yang lebih mudah ke buku digital membuka kesempatan belajar yang lebih fleksibel. Digitalisasi memungkinkan lebih banyak bahan ajar dari seluruh dunia yang tersedia bagi siswa. Hal ini membuka peluang untuk akses literasi global dan memberi mereka pandangan yang lebih luas tentang berbagai topik, sehingga meningkatkan pemahaman mereka terhadap isu-isu global dan perkembangan terbaru dalam berbagai bidang studi.

Dari sisi psikologi, e-book dan audiobook memiliki dampak positif dalam hal kenyamanan, aksebilitas, dan kebiasaan membaca. E-book memungkinkan pembaca untuk menyesuaikan font, ukuran teks, dan kontras, yang membuat pembaca lebih nyaman. Audiobook juga membantu pembaca untuk menyerap informasi tanpa terbatas oleh waktu dan tempat, sehingga mereka bisa multitasking dan tetap mendapatkan manfaat dari membaca.

Dampak Negatif Hadirnya Layanan Digital

Di sisi sosial, berkurangnya minat terhadap buku fisik mengarah pada penurunan interaksi tatap muka dalam komunitas literasi. Dulu orang-orang yang mengunjungi perpustakaan atau toko buku fisik memiliki kesempatan untuk bertemu, berdiskusi, dan berbagi rekomendasi buku secara langsung. Dengan bergesernya ke layanan digital, banyak orang yang merasa lebih terisolasi karena interaksi yang terjadi lebih terbatas pada dunia maya dan terkadang tidak sehangat diskusi langsung.

Dari sisi ekonomi, transisi buku fisik ke layanan digital membawa pengaruh buruk terhadap industri percetakan dan distribusi buku fisik. Buku fisik memerlukan biaya produksi yang jauh lebih tinggi, termasuk percetakan, pengemasan, dan distribusi. Hal ini membuat harga buku fisik lebih mahal dibandingkan dengan buku digital yang lebih terjangkau.

Dalam dunia Pendidikan, buku fisik memberi ruang bagi pembaca untuk merenung dan berpikir dengan lebih kritis, tanpa gangguan dari notifikasi atau aplikasi lain di perangkat digital. Meskipun e-book dan audiobook mudah diakses, sering kali mengarah pada pembacaan yang lebih cepat dan tidak mendalam, yang dapat mengurangi pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi pelajaran.

Dari sisi psikologi, meskipun buku digital praktis, mereka cenderung mengurangi pengalaman membaca secara mendalam yang bisa didapatkan dari buku fisik. Pengalaman membaca melalui e-book atau mendengarkan audiobook tidak memberikan sensasi fisik yang dimiliki oleh buku, seperti mencium aroma kertas atau merasakan tekstur halaman, yang memberikan kehangatan yang hanya bisa dinikmati saat membaca buku fisik.

Menciptakan Pengalaman Membaca yang Mendalam

Meskipun e-book dan audiobook menawarkan kenyamanan dan kemudahan akses, mereka juga membawa beberapa dampak negatif yang signifikan. Buku fisik memberikan pengalaman membaca yang lebih mendalam, memungkinkan pembaca untuk terfokus tanpa gangguan.

Sementara itu, membaca di perangkat digital sering kali lebih rentan terhadap distraksi, seperti notifikasi atau kecenderungan untuk beralih ke aplikasi lain, yang bisa mengurangi konsentrasi dan keterlibatan emosional pembaca dengan materi yang sedang dibaca. Pengalaman membaca menjadi lebih dangkal dan kurang terfokus Ketika menggunakan format digital.

Ketergantungan pada e-book dan audiobook dapat mengurangi kualitas literasi itu sendiri. Pengalaman membaca yang terlalu cepat dan penuh gangguan dapat menghambat pengembangan pemahaman yang lebih mendalam dan kemampuan berpikir kritis.

Oleh karena itu, meskipun e-book dan audiobook memiliki manfaat, perlu ada upaya untuk menyeimbangkan antara penggunaan format digital dan membaca buku fisik agar kualitas literasi tetap terjaga.

*) Tanggung jawab atas opini ini sepenuhnya ada pada penulis sebagaimana tercantum, dan tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan redaksi DailyKaltim.co.

Literasi Opini Teknologi
Follow on Google News

Related Posts

Opini

Di Balik Kekejaman: Menggali Keadilan dalam Masyarakat Kita yang Sesuai dengan Fiqih Jinayah

21/01/2026 4:59 AM
Opini

Memahami Al-Qur’an Secara Mendalam: Tantangan Zaman Digital dan Keteladanan Metodologi Ulama Klasik yang Tepat

10/01/2026 7:03 AM
Opini

Belajar Toleransi dari Serambi Mekkah: Bagaimana Ulama Aceh Memandang Perbedaan Agama

29/12/2025 8:55 AM
Opini

Jalan Rusak Singa Geweh: Ketika Masalah Kecil Menjadi Sorotan Besar

29/12/2025 8:38 AM
Opini

Membaca Dinamika Politik Kukar 2029: Kontestasi Demokrasi dalam Bingkai Kepentingan Publik

29/12/2025 8:23 AM
Opini

Kalimantan Timur: Harmoni Kearifan Lokal dan Arah Baru Pembangunan Nasional

29/12/2025 7:58 AM
Iklan
Demo
Trending

PPU Gelar Diskusi Sawit Berkelanjutan,Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas

07/11/2024 3:21 AM

7PaceRunners Gelar Lari di Car Free Day PPU, Kampanye Gaya Hidup Sehat dan Dukung UMKM

15/02/2025 4:17 AM

Disdukcapil PPU Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Soal Pelaporan Akta Kematian

29/04/2025 2:11 PM

Anopheles Tak Selalu Jadi Musuh: Fokus Dinkes PPU Kini ke Penularan Aktif di Sotek

11/06/2025 2:07 PM

PPU Sambut Delegasi Internasional, Tawarkan Potensi Investasi Besar

12/11/2024 6:56 AM
Terbaru
Kutim

Rumah Rehab Gizi Stunting Mulai Beroperasi, Target Tekan Kasus Balita Risiko

By Redaksi Daily Kaltim10/02/2026 6:56 AM

Dailykaltim.co, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur meresmikan Rumah Rehab Gizi (RRG) Stunting di Kecamatan…

Perpanjangan Kontrak PPPK Kutim 2021 Ditentukan Evaluasi Kinerja

10/02/2026 6:43 AM

Seratai Green’s Padel Resmi Beroperasi, Lapangan Padel Pertama di Paser

10/02/2026 6:24 AM

PPU Gelar Konsultasi Publik Awal RKPD 2027, Soroti Tantangan Fiskal Daerah

09/02/2026 1:21 PM

Syahrudin M Noor Hadiri Syukuran Lapangan Bola Waru, Dorong Pemanfaatan oleh Warga

09/02/2026 12:53 PM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

Disdikbud Paser Tegas Tolak Perpeloncoan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

09/07/2024 6:52 AM

Kalimantan Timur Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXX 2024

01/06/2024 6:25 AM

Turnamen Tenis Meja Bupati Paser Open 2025 Resmi Dimulai

07/11/2025 3:14 AM
TERBARU

Rumah Rehab Gizi Stunting Mulai Beroperasi, Target Tekan Kasus Balita Risiko

10/02/2026 6:56 AM

Perpanjangan Kontrak PPPK Kutim 2021 Ditentukan Evaluasi Kinerja

10/02/2026 6:43 AM

Seratai Green’s Padel Resmi Beroperasi, Lapangan Padel Pertama di Paser

10/02/2026 6:24 AM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version