Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Kukar Jadi Lokasi Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Wilayah Kaltim

08/05/2026 6:44 AM

IGTKI Tanah Grogot Gelar Manasik Haji Cilik untuk Anak TK

08/05/2026 6:32 AM

Usia 40 Tahun dan Ancaman Senyap Obesitas Sentral

06/05/2026 6:04 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Kukar Jadi Lokasi Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Wilayah Kaltim
  • IGTKI Tanah Grogot Gelar Manasik Haji Cilik untuk Anak TK
  • Usia 40 Tahun dan Ancaman Senyap Obesitas Sentral
  • Pemerintah Siapkan Skema Baru Tambang, Porsi Negara Diperbesar
  • BMKG Sebut Musim Kemarau Masuk Bertahap di Indonesia
  • Damkarmat Kutim Perkuat Relawan Pemadam hingga Tingkat RT
  • Kutim Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Pelajar
  • PPU Perkuat Irigasi Lewat SIPURI, Ajukan Rp53 Miliar untuk 2026
  • Pelatih Timnas U-17 Tetapkan 23 Pemain untuk Piala Asia 2026
  • Waspadai Tren Gula Aren, Konsumsi Berlebih Picu Risiko Kesehatan
  • Kemenhub Terbitkan Sertifikat Tipe Validasi untuk Drone HY100
  • 142 Kios Sementara Rampung, Pedagang Pasar Segiri Kembali Berjualan
  • Porprov Kaltim 2026 Kekurangan Dokter, Dinkes Paser Lakukan Pemetaan
  • Dishub Paser Siapkan 139 Kendaraan untuk Porprov Kaltim 2026
  • Pemkab PPU Gelar Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Kemajuan Pendidikan
  • Pisah Sambut Dandim 0913/PPU, Sinergi Pembangunan Diperkuat
  • Program Pertamina Cerdas Kenalkan Keselamatan dan Energi ke Siswa
  • Terhenti di Semifinal, Indonesia Raih Perunggu Uber Cup 2026
  • Taman Safari Prigen Catat Kelahiran Tiga Anak Harimau Benggala
  • Hardiknas 2026, Pendidikan Nasional Menuju Sistem Terintegrasi
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Budaya

Menyelami Belis: Tradisi yang Memuliakan Hubungan Manusia

Redaksi Daily Kaltim25/07/2025 5:40 AM
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Dailykaltim.co – Di tengah pusaran modernitas yang kian mendesak warisan tradisional ke pinggiran kehidupan sosial, masyarakat Lamaholot di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tetap teguh memegang satu nilai budaya yang telah diwariskan lintas generasi: tradisi belis. Sebuah pemberian dalam prosesi pernikahan yang bukan sekadar mahar, tetapi wujud penghormatan, pengakuan martabat, dan pengikat relasi antar keluarga besar. Di tangan para filsuf, terutama Martin Buber dengan konsep relasi “Aku-Engkau”, belis tampil sebagai cermin kebudayaan yang menandai kualitas hubungan manusia: antara pribadi dan komunitas, antara simbol dan spiritualitas.

Artikel ilmiah berjudul Budaya Belis dalam Perspektif Martin Buber: Relasi Aku-Engkau dalam Tradisi Suku Lamaholot, Flores Timur, NTT yang ditulis oleh Heribertus Ama Bugis, Mathias Jebaru Adon, F. X. Eko Armada Riyanto, dan Wenseslaus Jugan dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang, memberikan refleksi mendalam atas makna belis dalam perspektif etis dan filosofis. Diterbitkan dalam Jurnal Adat dan Budaya, Vol. 7, No. 1 Tahun 2025 oleh Universitas Pendidikan Ganesha, kajian ini menempatkan belis bukan dalam ruang transaksi material, melainkan sebagai sarana menjalin hubungan personal yang autentik dan bermartabat.

Tradisi belis dalam masyarakat Lamaholot terdiri dari elemen-elemen simbolik: gading, kain tenun, dan hewan ternak, yang ditentukan melalui musyawarah antarkeluarga. Pemberian ini bukan harga atas seorang perempuan, melainkan bentuk penghormatan kepada keluarga mempelai wanita sekaligus penanda ikatan kekeluargaan baru yang akan lahir. Dalam struktur sosial Lamaholot, prosesi belis mencerminkan solidaritas dan partisipasi kolektif. Semua pihak hadir bukan sebagai pengamat, tetapi sebagai pelaku dalam upaya membangun jaringan sosial yang berakar kuat.

Namun seiring perkembangan zaman, makna simbolik itu terancam digerus. Belis kini kerap dibebani tuntutan nominal yang tinggi, menimbulkan ketegangan sosial bahkan menciptakan persepsi negatif, terutama dari generasi muda yang mulai melihat tradisi ini sebagai beban ketimbang kehormatan. Modernisasi dan nilai-nilai individualistik mempercepat gesekan antara adat dan gaya hidup kontemporer.

Inilah titik kritis yang menjadi perhatian utama penelitian ini. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan hermeneutik, para penulis berupaya menggali ulang nilai-nilai etis dari belis dalam terang filsafat Martin Buber. Konsep relasi “Aku-Engkau”—sebuah hubungan yang mengedepankan pengakuan terhadap martabat dan eksistensi orang lain—menjadi landasan utama untuk menilai apakah belis masih hidup sebagai ruang dialogis, atau telah berubah menjadi relasi “Aku-Itu” yang bersifat transaksional dan objektif.

Martin Buber dalam karya klasiknya I and Thou menyatakan bahwa relasi sejati terjadi ketika manusia tidak memperlakukan yang lain sebagai objek (“Itu”), melainkan sebagai subjek (“Engkau”). Dalam konteks belis, ketika keluarga mempelai pria memberikan gading atau tenun, dan keluarga wanita menerimanya, yang terjadi bukan sekadar transaksi barang, melainkan perjumpaan dua keluarga yang saling menghormati, mengakui keberadaan satu sama lain, dan menjalin ikatan sosial baru.

Relasi ini akan kehilangan substansinya jika belis direduksi menjadi angka dan kewajiban. Tradisi pun terancam menjadi semacam upacara kosong yang hanya menyisakan simbol, tanpa roh kebudayaan. Relasi yang semestinya “Aku-Engkau” terjebak dalam logika “Aku-Itu”: kalkulatif, objektif, dan pada akhirnya bisa menciptakan ketimpangan gender serta memunculkan konflik antar pihak.

Namun para peneliti tidak menyerah pada fatalisme. Mereka menawarkan pendekatan reinterpretatif—belis dapat tetap dipertahankan, bahkan diperkaya, melalui penyadaran nilai-nilai spiritual dan simboliknya. Belis bisa dimaknai ulang sebagai komitmen terhadap harmoni keluarga, bukan sebagai beban ekonomi. Dalam upaya ini, keluarga besar memainkan peran vital sebagai jembatan antar dua komunitas, sekaligus penjaga nilai solidaritas dalam masyarakat.

Tak banyak tradisi di Indonesia yang menjadikan gading sebagai belis tertinggi seperti dalam budaya Lamaholot. Gading di sini bukan sekadar barang mewah, melainkan lambang keabadian, martabat, dan warisan leluhur. Diturunkan dari generasi ke generasi, gading menjadi medium dialog antara masa lalu, kini, dan nanti. Kain tenun pun demikian—ditenun oleh tangan perempuan Lamaholot sebagai manifestasi kearifan, ketekunan, dan identitas.

Dalam pelaksanaannya, tradisi belis tidak berlangsung dalam isolasi. Ia menjadi ruang pertemuan spiritual dan sosial. Keluarga besar berkumpul, berdialog, menegosiasikan jumlah dan bentuk belis dalam suasana penuh makna. Prosesi ini menegaskan bahwa pernikahan dalam budaya Lamaholot adalah urusan komunitas, bukan hanya dua individu. Ada perasaan bersama, tanggung jawab kolektif, dan pengakuan yang melampaui individualitas.

Meski menghadapi tekanan modernitas, tradisi belis Lamaholot tetap memancarkan kekuatan sebagai simbol harmoni dan penghormatan. Dengan pendekatan reflektif dan dialogis, seperti yang ditawarkan oleh filsafat Buber, masyarakat dapat menjaga esensi belis sebagai warisan budaya yang bermartabat. Fleksibilitas dalam bentuk belis, dengan tetap menjaga nilai simboliknya, dapat menjadi jalan tengah yang memungkinkan tradisi ini tetap hidup dan bermakna.

Lebih dari itu, belis juga menjadi pengingat akan pentingnya merawat relasi manusiawi dalam dunia yang kian terfragmentasi. Di tengah dominasi relasi instrumental dan relasi transaksional dalam banyak aspek kehidupan modern, praktik belis mengajak kita untuk kembali pada akar: pada perjumpaan personal, pada kesadaran akan keberadaan orang lain, dan pada penghargaan terhadap martabat manusia yang tak ternilai oleh angka.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Follow on Google News

Related Posts

Budaya

Ruwat Laut Carita: Tradisi Syukur yang Bertahan di Tengah Arus Wisata

23/02/2026 6:20 PM
Budaya

Begu Ganjang: Narasi yang Bergeser dalam Masyarakat Batak Toba

10/01/2026 6:55 AM
Budaya

Menari di Antara Dunia: Makna Sakral Tari Tor-Tor Batak Toba

22/12/2025 6:40 AM
Budaya

Ponorogo dan Malang Resmi Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO 2025

01/11/2025 6:04 AM
Budaya

Jamasan Pusaka: Menyucikan Warisan, Merawat Jiwa

30/10/2025 2:32 AM
Budaya

Sumur, Sirih, dan Doa: Tafsir Ulang Turun Mandi

22/09/2025 6:54 AM
Iklan
Demo
Trending

PPU Gelar Diskusi Sawit Berkelanjutan,Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas

07/11/2024 3:21 AM

7PaceRunners Gelar Lari di Car Free Day PPU, Kampanye Gaya Hidup Sehat dan Dukung UMKM

15/02/2025 4:17 AM

Disdukcapil PPU Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Soal Pelaporan Akta Kematian

29/04/2025 2:11 PM

Anopheles Tak Selalu Jadi Musuh: Fokus Dinkes PPU Kini ke Penularan Aktif di Sotek

11/06/2025 2:07 PM

PPU Sambut Delegasi Internasional, Tawarkan Potensi Investasi Besar

12/11/2024 6:56 AM
Terbaru
Kukar

Kukar Jadi Lokasi Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Wilayah Kaltim

By Redaksi Daily Kaltim08/05/2026 6:44 AM

Dailykaltim.co, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mulai menyiapkan pelatihan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…

IGTKI Tanah Grogot Gelar Manasik Haji Cilik untuk Anak TK

08/05/2026 6:32 AM

Usia 40 Tahun dan Ancaman Senyap Obesitas Sentral

06/05/2026 6:04 AM

Pemerintah Siapkan Skema Baru Tambang, Porsi Negara Diperbesar

06/05/2026 5:35 AM

BMKG Sebut Musim Kemarau Masuk Bertahap di Indonesia

06/05/2026 4:57 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

Peringatan Hari Buruh Internasional Dihiasi Petisi dari Perwakilan Buruh di Balikpapan

02/05/2024 9:15 AM

Kementerian ESDM Pastikan Tarif Listrik Non-Subsidi Tetap Stabil di Awal 2026

02/01/2026 6:10 AM

Perubahan Masa Jabatan Kepala Desa, Kesempatan Lebih untuk Maksimalkan Program Kerja

13/09/2024 4:29 AM
TERBARU

Kukar Jadi Lokasi Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Wilayah Kaltim

08/05/2026 6:44 AM

IGTKI Tanah Grogot Gelar Manasik Haji Cilik untuk Anak TK

08/05/2026 6:32 AM

Usia 40 Tahun dan Ancaman Senyap Obesitas Sentral

06/05/2026 6:04 AM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version