Dailykaltim.co, Penajam – Di tengah terbatasnya pembukaan lapangan kerja baru, sebanyak 26 perusahaan menawarkan sekitar 250 lowongan dalam Job Fair Penajam Paser Utara (PPU) 2026. Bursa kerja tersebut berlangsung di Gedung Graha Pemuda Penajam selama dua hari, 5–6 Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten PPU menggelar kegiatan itu melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), bekerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) se-Kabupaten PPU. Job fair dibuka Sekretaris Daerah PPU Tohar yang hadir mewakili Bupati PPU.
Perusahaan peserta berasal dari sejumlah sektor. Bidang perbankan dan keuangan menjadi peserta terbanyak dengan 10 perusahaan, disusul jasa dan industri sebanyak lima perusahaan.
Sektor perkebunan dan perhotelan masing-masing diwakili tiga perusahaan. Adapun sektor kesehatan dan otomotif masing-masing dua perusahaan, serta telekomunikasi dan jaringan seluler satu perusahaan.
Tohar mengatakan job fair menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Kegiatan ini juga ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi lowongan pekerjaan.
Namun, jumlah perusahaan yang berpartisipasi tahun ini belum meningkat secara signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Menurut Tohar, kondisi tersebut berkaitan dengan perlambatan investasi yang membuat pembukaan lapangan kerja baru menjadi terbatas.
“Kalau tidak ada investasi baru, maka peluang pembukaan lowongan kerja juga akan terbatas. Namun kita patut bersyukur karena di Penajam Paser Utara masih bisa menyelenggarakan Job Fair. Bahkan, berdasarkan informasi dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Timur, ada daerah yang tahun ini belum dapat melaksanakan kegiatan serupa karena minimnya kebutuhan tenaga kerja,” ujar Tohar.
Selain jumlah lowongan yang terbatas, perubahan kebutuhan perusahaan menjadi tantangan tersendiri bagi pencari kerja. Dunia usaha, kata Tohar, kini cenderung membutuhkan tenaga dengan kompetensi khusus untuk mengisi sejumlah posisi strategis, termasuk manajer pemasaran dan tenaga profesional lainnya.
“Fenomena ini menjadi tantangan bersama. Dunia usaha kini lebih banyak mencari tenaga kerja dengan kualifikasi tertentu, sementara kebutuhan tenaga kerja umum relatif lebih sedikit. Karena itu peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi sangat penting agar mampu bersaing di pasar kerja,” katanya.
Tohar menilai peningkatan keterampilan perlu menjadi perhatian pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha. Kompetensi tenaga kerja harus disesuaikan dengan perubahan kebutuhan industri agar pencari kerja lokal memiliki daya saing.
Ia juga menyoroti struktur pembiayaan yang dinilai masih lebih banyak bergerak ke sektor konsumsi dibandingkan investasi produktif. Berdasarkan pengamatannya terhadap sektor perbankan, porsi pembiayaan investasi yang berpotensi menciptakan usaha dan pekerjaan baru masih tergolong kecil.
“Data yang kami cermati menunjukkan pembiayaan investasi masih sekitar 18 persen, sedangkan sisanya lebih banyak untuk konsumsi. Padahal investasi produktif inilah yang mampu melahirkan usaha baru sekaligus membuka kesempatan kerja yang lebih luas,” jelasnya.
Tohar mengatakan 250 lowongan yang ditawarkan dalam job fair tersebut belum sebanding dengan jumlah pencari kerja di Kabupaten PPU. Bahkan jika seluruh posisi berhasil terisi, penyerapan tenaga kerja masih relatif kecil.
“Karena itu pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri menciptakan lapangan pekerjaan. Peran pemerintah adalah memberikan dukungan melalui penyediaan infrastruktur dasar, kemudahan pelayanan perizinan sesuai ketentuan, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak investor masuk dan membuka kesempatan kerja baru,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten PPU berharap penyelenggaraan job fair dapat membangun hubungan yang lebih efektif antara perusahaan dan pencari kerja. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat kerja sama pemerintah, dunia usaha, serta lembaga pendidikan dalam menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
[PRD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
