Dailykaltim.co, Penajam – Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan gambut di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU). Api yang membakar sekitar tiga hektare lahan itu ditangani tim gabungan hingga malam hari untuk mencegah bara muncul kembali.
Kebakaran terjadi di kawasan Jalan Sosial dan Jalan Hafco RT 19. BPBD PPU bersama sejumlah unsur pemerintah, aparat, serta tim pemadam dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.
Tim Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat PT Sukses Tani Nusasubur atau STN turut menurunkan lima personel setelah menerima laporan kejadian. Mereka bergabung dengan BPBD PPU, Balai Wilayah Sungai dari UPI, Manggala Agni, Satpol PP Babulu, kecamatan, Polsek Babulu, Koramil, dan pemerintah desa.
Karena berada di lahan gambut, penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman api di permukaan. Tim juga melakukan pendinginan untuk memastikan titik-titik bekas kebakaran tidak kembali menyala. Setelah operasi hingga malam, penanganan dilanjutkan oleh regu berikutnya.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila mengapresiasi keterlibatan PT STN dalam penanganan kebakaran yang terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2026. Menurut dia, respons cepat lintas pihak diperlukan untuk membatasi luas kebakaran dan menekan dampak terhadap warga serta lingkungan.
“Keterlibatan langsung ini sangat bernilai dan strategis, tidak hanya untuk menjinakkan kobaran api dengan sigap, tetapi juga menjadi bukti nyata dalam menjaga keselamatan masyarakat serta menekan risiko kerusakan lingkungan,” ujar Nurlaila.
Ia berharap kerja sama pemerintah dan dunia usaha dalam penanganan karhutla dapat diperkuat, baik saat menghadapi kebakaran maupun melalui langkah pencegahan.
Perwakilan Manajemen PT STN Triputra mengatakan perusahaan berupaya mengerahkan sumber daya yang tersedia ketika mendapat informasi adanya kebakaran di sekitar wilayah operasional dan diperlukan bantuan penanganan.
“Karhutla bukan persoalan yang bisa diselesaikan oleh satu pihak. Ketika ada kejadian di sekitar wilayah kami dan membutuhkan dukungan, kami berupaya hadir bersama pemerintah, aparat, dan masyarakat. Semakin cepat api ditangani, semakin besar peluang kita mencegah dampaknya meluas,” ujar Triputra.
Menurut Triputra, kesiapan menghadapi kebakaran perlu didukung oleh koordinasi antarinstansi, kesiapan personel, serta kelengkapan peralatan pemadaman. Hal itu menjadi penting ketika cuaca dan kondisi lahan meningkatkan risiko kebakaran.
“Pencegahan, kesiapan personel dan peralatan, pemantauan, serta komunikasi dengan pihak terkait harus berjalan beriringan. Dengan begitu, ketika ada informasi kebakaran, kami bisa segera berkoordinasi dan membantu sesuai kapasitas kami,” kata Triputra.
Penanganan kebakaran di Babulu Darat memperlihatkan pentingnya kolaborasi di tingkat lapangan. Pemerintah, aparat, tim pemadam, dunia usaha, dan masyarakat perlu bergerak bersama agar api dapat dikendalikan sebelum meluas.
[RRI]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
