Dailykaltim.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membidik kunjungan masyarakat ke Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai peluang untuk menggerakkan sektor pariwisata daerah. Sejumlah destinasi mulai dari kawasan mangrove, Pulau Gusung hingga habitat bekantan berpeluang diintegrasikan dengan perjalanan wisata menuju IKN.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) PPU, Arif Afandi menilai kehadiran IKN memberikan peluang besar bagi pengembangan ekonomi daerah, terutama melalui sektor pariwisata berbasis alam.
Dikutip dari wawancaranya bersama media dalam sebuah podcast, Arif mengatakan pemerintah daerah tengah menyusun kebijakan untuk mengintegrasikan potensi PPU dengan perkembangan IKN.
“Sebenarnya saya melihat optimisme yang besar dengan potensi yang ada di Penajam Paser Utara. Apalagi dengan hadirnya IKN ini kita coba melakukan sinkronisasi integrasi,” kata Arif.
Menurutnya, salah satu sektor yang berpotensi dikembangkan adalah ekowisata dan ekoturisme. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi kepada masyarakat lokal.
“Jadi memang lagi ada kegiatan penyusunan kebijakan dengan adanya IKN ini, kegiatan-kegiatan yang sifatnya bisa menambah nilai tumbuh ekonomi masyarakat seperti ekowisata, ekoturisme,” ujarnya.
Arif melihat tingginya kunjungan masyarakat menuju kawasan IKN, terutama pada akhir pekan, sebagai pasar yang dapat ditangkap PPU. Selama ini, menurut dia, posisi PPU masih lebih banyak menjadi daerah perlintasan bagi masyarakat yang hendak menuju Nusantara.
“Jadi kunjungan yang kita lihat hadir di IKN saat ini yang setiap akhir pekan itu ramai, kita berharap itu nanti akan punya daya tarik bisa ke PPU-nya. Karena saat ini kan PPU hanya sebagai wilayah perlintasan,” jelasnya.
Kondisi tersebut terjadi baik bagi perjalanan dari wilayah selatan maupun masyarakat yang datang dari arah Balikpapan. Pemerintah daerah karena itu ingin menciptakan alasan bagi pengunjung IKN untuk singgah dan menghabiskan waktu di PPU.
“Bahkan dari wilayah selatan itu kalau ke IKN-nya hanya melintasi saja PPU, begitupun dari arah Balikpapan. Nah, ini yang coba kita ramu. Kita ramu coba seperti apa supaya kunjungan ke IKN ini paling tidak bisa mampir ke PPU,” katanya.
Salah satu strateginya adalah menghadirkan destinasi unggulan yang dapat dikemas menjadi rangkaian perjalanan wisata. PPU memiliki sejumlah potensi wisata alam dengan karakter berbeda yang dapat dikembangkan untuk tujuan tersebut.
Arif menyebut Kampung Baru Mangrove sebagai salah satu destinasi yang dapat ditawarkan. Selain itu terdapat Pulau Gusung di kawasan pesisir Tanjung Jumlai yang dapat dijangkau melalui perjalanan laut dan dikembangkan melalui paket perjalanan wisata.
“Kita coba ingin menghadirkan nanti destinasi-destinasi unggulan kita. Kita sudah punya Kampung Baru Mangrove, kemudian Pulau Gusung yang ada kurang lebih sekitar dua kilometer dari pantai Tanjung Jumlai dan itu bisa ada trip-trip wisata ke sana, kemudian susur sungai,” terangnya.
Potensi wisata PPU, lanjut Arif, juga mencakup wisata pengamatan satwa. Habitat bekantan yang masih berada di kawasan pesisir dan muara sungai dinilai dapat menjadi daya tarik ekowisata.
Beberapa lokasi yang disebut memiliki habitat bekantan antara lain kawasan Sungai Tunan dan Sungai Sesumpu. Potensi tersebut dapat dikemas bersama aktivitas susur sungai dan destinasi alam lainnya.
“Dan ketika kita ingin melihat bekantan di pesisir muara sungai, kita ada di daerah Sungai Tunan, kemudian Sungai Sesumpu itu ada bekantan, masih habitat asli. Dan itu bisa punya daya tarik wisata yang kita coba lakukan integrasi trip wisata dengan IKN,” ucapnya.
Skema tersebut diharapkan membuat keberadaan IKN memberikan efek ekonomi yang lebih luas bagi wilayah sekitarnya. Kunjungan menuju Nusantara tidak hanya berhenti di kawasan ibu kota baru, tetapi dapat diarahkan menuju destinasi yang dikelola masyarakat di PPU.
Upaya integrasi tersebut, menurut Arif, juga mulai dikomunikasikan dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) serta pemerintah daerah lain yang berada di sekitar IKN.
“Nah, kita sudah melakukan upaya itu berkoordinasi dengan OIKN, kemudian beberapa pemerintah daerah yang sebagai penyangga IKN,” pungkas Arif.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
